Banyak Sarjana Masih Menganggur, DPRD Balikpapan Kritisi Minimnya Peluang Kerja

Ainur Rofiah • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 17:08 WIB
Sekretaris Komisi II DPRD Kota Balikpapan Muhammad Hamit
 Sekretaris Komisi IV DPRD Balikpapan Muhammad Hamid

KALTIMPOST.ID-Persoalan pengangguran di kalangan lulusan perguruan tinggi menjadi perhatian DPRD Balikpapan.

Pemerintah dinilai perlu memperluas penciptaan lapangan kerja agar pertumbuhan jumlah lulusan sejalan dengan kesempatan bekerja.

Sekretaris Komisi IV DPRD Balikpapan Muhammad Hamid mengatakan, sulitnya mendapatkan pekerjaan tidak hanya menjadi persoalan di Balikpapan. Kondisi serupa juga terjadi di berbagai daerah di Indonesia.

“Iya, memang kondisi bangsa kita ini kita dihadapkan pada persoalan pencari kerja. Memang banyak sekali lulusan-lulusan sarjana yang hari ini masih menganggur,” kata Hamid kepada Kaltim Post, Jumat (25/9).

Baca Juga: Kabut Asap di Kutim Bikin Belajar Jarak Jauh, Distribusi MBG untuk TK hingga SMP Masih Dihentikan

Persoalan tersebut terlihat dalam data ketenagakerjaan nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat pengangguran terbuka (TPT) Indonesia pada Februari 2026 sebesar 4,68 persen. Jumlah pengangguran mencapai sekitar 7,24 juta orang.

Sementara berdasarkan pendidikan terakhir, data BPS Agustus 2025 mencatat 904.440 pengangguran merupakan lulusan universitas. Angka itu belum termasuk 146.324 pengangguran lulusan akademi atau diploma.

Hamid menilai kondisi tersebut menunjukkan program penciptaan lapangan pekerjaan masih perlu diperkuat agar dampaknya semakin dirasakan masyarakat. 

Terlebih, setiap tahun perguruan tinggi melahirkan lulusan baru yang kemudian masuk pasar kerja.

“Tidak terlepas daripada program-program pemerintah yang hari ini mungkin belum berdampak kepada masyarakat ke bawah,” ujarnya.

Politisi PKB tersebut juga menyinggung target penciptaan 19 juta lapangan pekerjaan yang sebelumnya disampaikan pemerintah.

Baca Juga: Kabut Asap Memburuk di Mahulu, Bupati Terapkan WFH dan WFA bagi ASN

Menurut dia, realisasinya perlu terus didorong karena persoalan pengangguran masih dijumpai di lapangan.

“Terutama ya itu tadi, yang dijanjikan terkait dengan pembukaan 19 juta lapangan pekerjaan, tetapi kenyataannya hari ini di lapangan kita lihat masih banyak pengangguran,” tegasnya.

Menurut Hamid, terbatasnya peluang kerja bahkan mulai menimbulkan kekhawatiran di kalangan mahasiswa. 

Mereka bukan hanya memikirkan bagaimana menyelesaikan pendidikan, tetapi juga peluang memasuki dunia kerja setelah lulus.

“Apalagi calon-calon sarjana yang hari ini juga mereka dihantui ketakutan ketika nanti mereka lulus daripada kuliah. Yang paling menakutkan bagi mereka adalah ketika mereka lulus kuliah akan ke mana nanti,” pungkasnya. (rd)

Editor : Romdani.
dprd balikpapan ibu kota nusantara tenaga kerja Kutai Barat peluang kerja