Puncak Maulid Arba'in di Balikpapan, Lautan Jamaah Penuhi Dome, Habib Soroti Bahaya Ponsel

Nuron Setya Wijaya • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 16:14 WIB
DOA BERSAMA: Ribuan jamaah memadati area indoor Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC)/Dome Balikpapan dalam malam puncak Maulid Arba’in Majelis Dzikir dan Sholawat Al-Yumnu Wal-Iman. PAKSI SANDANG PRABOWO/KP
DOA BERSAMA: Ribuan jamaah memadati area indoor Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC)/Dome Balikpapan dalam malam puncak Maulid Arba’in Majelis Dzikir dan Sholawat Al-Yumnu Wal-Iman. PAKSI SANDANG PRABOWO/KP

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Ribuan jamaah memadati indoor Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome dalam malam puncak Maulid Arba’in yang diselenggarakan Majelis Dzikir dan Sholawat Al-Yumnu Wal-Iman, Sabtu (27/9) malam.

Jamaah mengikuti salat Magrib dan Isya berjamaah sebelum melanjutkan rangkaian maulid, selawat, doa dan tausiah. Kegiatan tersebut menjadi penutup rangkaian Maulid Arba’in yang telah digelar selama 40 malam berturut-turut di berbagai masjid, musala dan lingkungan masyarakat di Balikpapan.

Padatnya jamaah terlihat di area utama indoor BSCC Dome. Masyarakat datang untuk mengikuti malam puncak sekaligus haul para ulama yang dirangkai dalam kegiatan tersebut. Antusiasme jamaah juga terlihat dari penuhnya area indoor BSCC Dome.

Tak hanya dari Balikpapan, jamaah dari sejumlah daerah turut hadir untuk mengikuti malam puncak tersebut, termasuk jamaah dari Kalimantan Utara (Kaltara).

Baca Juga: Kuliah Gratis di PTN: Momentum Menghapus Jalur Mandiri dan Mengembalikan PTN pada Mutu

Salah satu pimpinan Majelis Dzikir dan Sholawat Al-Yumnu Wal-Iman, Habib Muhammad Hadi bin Abdul Rahman Al Haddad, mengatakan Maulid Arba’in merupakan rangkaian maulid yang dilaksanakan selama 40 malam secara berturut-turut.

“Maulid Arba’in adalah maulid selama 40 malam. Berturut-turut kita adakan di Balikpapan, dari musala ke musala, kampung ke kampung, masjid ke masjid,” ujar Habib Muhammad Hadi.

Menurut beliau, pelaksanaan dari satu lokasi ke lokasi lainnya menjadi bagian dari upaya menyiarkan syiar Islam di tengah masyarakat. Maulid juga menjadi momentum untuk memperingati kelahiran Rasulullah SAW sekaligus menumbuhkan kecintaan kepada beliau.

“Untuk menyiarkan syiar Islam. Salah satu syiar yang terbesar yaitu maulid kelahiran Rasulullah SAW. Mudah-mudahan kita mendapatkan keberkahan,” tuturnya.

Baca Juga: Merapi Kembali Muntahkan Awan Panas, Meluncur 2 Kilometer ke Arah Kali Boyong

Pada malam puncak, rangkaian tersebut turut diisi dengan haul para ulama. Habib Muhammad Hadi berharap kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk berkumpul, memperkuat silaturahmi dan mengenang keteladanan para ulama.

Antusiasme jamaah juga terlihat dari penuhnya area indoor BSCC Dome. Dalam kegiatan tersebut, sekitar 6.000 kotak konsumsi disiapkan untuk jamaah.

Bagi Habib Muhammad Hadi, makna Maulid Arba’in tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan selama 40 malam. Nilai yang dibawa dari rangkaian tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama oleh generasi muda.

Beliau menyoroti tantangan yang dihadapi generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan media sosial. Kemudahan menggunakan telepon seluler, menurut beliau, perlu diimbangi dengan pengetahuan agama dan lingkungan yang baik.

“Media sosial semakin modern, ini banyak sekali penyakit-penyakit. Bahkan bukan di luar rumah saja, di dalam rumah pun kita bisa terkena virus penyakit maksiat kepada Allah melalui HP-HP kita,” ujar beliau.

Karena itu, Habib Muhammad Hadi mengajak generasi muda memperbanyak kegiatan yang dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT, mengenal Rasulullah SAW dan mempelajari Al-Qur’an.

Baca Juga: Kisah Tukang Pilah Sampah Jadi Kades Mekarwangi Bekasi, Surya Kalahkan Petahana Dua Periode

“Itulah kenapa anak muda harus rajin mengenal Allah, mengenal Nabi, mengenal Al-Qur’an lewat pengajian-pengajian yang diadakan di Balikpapan,” katanya.

Selain itu, beliau mengingatkan pentingnya membangun kecintaan kepada Rasulullah SAW, majelis dan para ulama, serta berbakti kepada kedua orang tua.

“Cinta kepada Rasulullah, cinta dengan majelis, cinta dengan ulama, agar mereka menjadi anak-anak yang dibanggakan Allah, dibanggakan Nabi, dan berbakti kepada kedua orang tua sehingga menjadi umat yang bermanfaat,” tutur Habib Muhammad Hadi.

Melalui malam puncak tersebut, beliau berharap rangkaian Maulid Arba’in memberikan bekal spiritual bagi masyarakat Balikpapan. Jamaah diharapkan semakin dekat kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW serta terdorong mempersiapkan amal saleh.

Baca Juga: Dugaan Jual-Beli Proyek Marak di PPU, LAKI Buka Posko Pengaduan dan Siapkan Laporan Resmi

“Harapan saya untuk warga Balikpapan, mudah-mudahan mereka tambah dekat dengan Allah, tambah dekat dengan Rasulullah, mempersiapkan amal soleh untuk menghadapi hari akhirat,” ucap beliau.

Habib Muhammad Hadi juga berharap kegiatan pengajian dan maulid yang digelar para habaib, ulama, kiai dan guru dapat menjadi pengingat bagi masyarakat untuk terus memperbaiki diri.

“Dengan pengajian-pengajian, maulid-maulid yang diadakan oleh habaib kita, ulama, kiai, guru-guru kita, mudah-mudahan menjadi bekal agar di dalam hati mereka itu tertanam cinta Allah, takut kepada Allah, berharap hanya kepada Allah, dan menjunjung tinggi kemuliaan Rasulullah SAW,” pungkasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
Berita Balikpapan Hari Ini Maulid Arba'in Majelis Al-Yumnu Wal-Iman Habib Muhammad Hadi Al Haddad BSCC Dome Balikpapan