Diduga Dipicu Puntung Rokok, Kasus Karhutla di Balikpapan Tembus Lebih dari 50 Titik

Dina Angelina • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 14:06 WIB
KARHUTLA: Kepala BPBD Balikpapan Usman Ali diwawancari awak media, Senin (28/9/2026).
KARHUTLA: Kepala BPBD Balikpapan Usman Ali diwawancari awak media, Senin (28/9/2026).

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Wilayah Balikpapan Timur menjadi daerah paling rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Minyak. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan mencatat, frekuensi kebakaran di kawasan tersebut bahkan bisa mencapai enam kali dalam sehari di berbagai lokasi.

Kepala BPBD Balikpapan Usman Ali mengungkapkan bahwa petugas di lapangan kerap menghadapi kendala medan yang cukup berat. Jalur yang sempit dan terjal membuat kendaraan pemadam roda enam tidak mampu menjangkau titik api secara langsung.

"Kondisi ini agak merepotkan. Jika menggunakan pemukul api, hasilnya kurang maksimal karena begitu angin kencang bertiup, api bisa muncul kembali," ujar Usman, Senin (28/9/2026).

Baca Juga: Pangkas Tukin dan Perdin ASN Rp 70 Miliar, Pemkot Balikpapan Alihkan ke Jalan dan Rumah Sakit

Secara akumulatif, BPBD Balikpapan mencatat lebih dari 50 titik karhutla telah membakar wilayah Balikpapan sejak Agustus 2026, dengan cakupan lahan rata-rata berkisar antara 2 hingga 4 hektare. Penambahan titik api baru paling sering ditemukan di wilayah Balikpapan Barat, Balikpapan Timur, dan Balikpapan Selatan.

Usman menduga maraknya karhutla di tepi jalan disebabkan oleh kelalaian warga yang membuang puntung rokok sembarangan atau membakar sampah tanpa pengawasan. Dampak embusan angin memicu api cepat membesar dan menjalar ke area semak kering.

"Indikasinya masyarakat membuang puntung rokok atau ada penyebab lain. Kebakaran kerap diawali dari pinggir jalan sebelum akhirnya merambat masuk ke dalam hutan," jelasnya.

Baca Juga: Strategi Pemkot Balikpapan Tutup Defisit APBD Perubahan Rp395 Miliar Pakai Dana SiLPA

Untuk mengatasi keterbatasan armada dan akses jalan di tengah hutan, BPBD meningkatkan koordinasi lintas sektor bersama aparat kepolisian dan perusahaan swasta setempat. Kerja sama di lapangan dinilai efektif menekan risiko sebaran api yang lebih luas.

Di wilayah Balikpapan Timur, perusahaan sekitar membantu menyuplai kebutuhan air meski tidak memiliki unit armada pemadam. Sementara di wilayah Kariangau, Balikpapan Barat, pihak perusahaan mengerahkan armada pemadam kebakaran milik mereka untuk membantu proses pemadaman.

BPBD Balikpapan terus mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan tindakan ceroboh yang memicu bencana. "Terutama membuang puntung rokok atau membakar lahan di tepi jalan tanpa pengawasan," pungkas Usman. (*)

Editor : Duito Susanto
karhutla Balikpapan kebakaran lahan Balikpapan Berita Balikpapan Hari Ini Balikpapan Timur bpbd balikpapan