KALTIMPOST.ID-Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan mulai memangkas pohon di sejumlah ruas jalan protokol dan taman kota.
Langkah itu dilakukan untuk mengurangi risiko pohon maupun dahan tumbang saat memasuki musim hujan.
Kepala DLH Balikpapan Sudirman Djayaleksana mengatakan, pemangkasan menyasar pohon yang terlalu rimbun. Pohon yang sudah tua dan dinilai perlu diganti juga menjadi perhatian.
“Karena belum turun hujan, teman-teman kita sedang bekerja memangkas pohon di jalur-jalur protokol dan taman,” kata Sudirman, Selasa (29/9).
Baca Juga: LAPSUS: Titik Panas Masih Mengepung Kaltim, BMKG Deteksi Sebaran Asap di Empat Daerah
Saat ini, DLH mengerahkan dua tim untuk melakukan pemangkasan di Balikpapan Utara dan Balikpapan Timur.
Pekerjaan dilakukan sebelum intensitas hujan meningkat, terutama untuk mengantisipasi pohon dan dahan yang berpotensi tumbang saat disertai angin.
Menurut Sudirman, langkah tersebut menjadi bagian dari persiapan menghadapi hujan yang diperkirakan meningkat pada akhir November hingga Desember.
Sekitar dua pekan mendatang, pemangkasan dijadwalkan berlanjut ke kawasan Pelabuhan Semayang.
Selain ruang publik, DLH membuka layanan bantuan bagi warga yang membutuhkan pemangkasan pohon di sekitar rumah. Namun, penanganannya dibedakan dengan pekerjaan rutin dinas di fasilitas publik.
“Kalau ada warga yang meminta bantuan, ini harus dibedakan antara tugas dan permintaan warga. Untuk permintaan warga, kita siapkan waktunya pada Sabtu atau Minggu,” jelasnya.
Baca Juga: Tabebuya Bermekaran di Balikpapan, DLH Bakal Perluas Penanaman hingga Taman Kota
Pemilihan akhir pekan berkaitan dengan aspek keselamatan. Pohon yang berdekatan dengan rumah memiliki risiko dahan atau batang mengenai bangunan ketika proses pemangkasan dilakukan.
Dengan pengerjaan pada Sabtu atau Minggu, pemilik rumah diharapkan berada di lokasi dan dapat ikut mengawasi pekerjaan.
“Kalau kita sudah membantu kemudian pohonnya jatuh dan menimpa rumah, tentu persoalannya menjadi rumit. Karena itu, pengerjaannya dilakukan pada Sabtu atau Minggu agar warga bisa ikut mengawasi,” katanya.
Sudirman memastikan pemangkasan tidak menghilangkan fungsi pohon sebagai bagian dari ruang hijau perkotaan.
DLH hanya mengurangi kerimbunan dan ketinggian sesuai kondisi pohon. “Iya, tetap berfungsi. Kita hanya mengurangi kerindangan dan ketinggiannya,” pungkasnya. (rd)
Editor : Romdani.