KALTIMPOST.ID-Kepergian Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra meninggalkan duka bagi kalangan PDI Perjuangan (PDIP), termasuk di Balikpapan.
Wakil Ketua DPRD Balikpapan Budiono mengenang Guruh sebagai seniman sekaligus politisi yang meninggalkan jejak panjang dalam perjalanan seni dan budaya Indonesia.
Guruh meninggal dunia pada Sabtu (26/9) dalam usia 73 tahun. Putra bungsu Presiden pertama RI Soekarno itu dikenal sebagai seniman, pencipta lagu, koreografer, sekaligus pernah berkiprah di DPR RI.
Budiono mengatakan, karya-karya Guruh menjadi bagian penting dalam perkembangan musik dan seni Indonesia. Sejumlah karya ciptaannya juga dibawakan penyanyi ternama dan terus dikenal lintas generasi.
Baca Juga: LAPSUS: Titik Panas Masih Mengepung Kaltim, BMKG Deteksi Sebaran Asap di Empat Daerah
“Almarhum itu sebagai musisi yang sangat-sangat berperan di dunia musik Indonesia. Saya juga melihat beliau sebagai politisi dan sekaligus pelaku sejarah,” kata Budiono, Selasa (29/9).
Menurutnya, pengaruh Guruh dalam kesenian bahkan terasa hingga Balikpapan. Salah satunya melalui kelompok seni Swara Mahardika yang didirikannya dan memiliki jaringan penari di berbagai daerah.
“Kita semua sangat merasa kehilangan almarhum. Sampai di Balikpapan juga banyak penari-penarinya,” ujarnya.
Di lingkungan PDIP, Budiono mengaku beberapa kali bertemu Guruh dalam kegiatan partai. Meski tidak banyak memiliki kesempatan berbincang langsung, ia mengenang Guruh sebagai figur karismatik.
“Ketika acara partai selalu ketemu, walaupun tidak bisa langsung tatap muka, ngobrol berdua,” katanya.
Budiono juga mengenang Guruh sebagai pribadi yang tenang dan memiliki jiwa seni kuat. Menurutnya, Guruh lebih banyak menunjukkan sikap melalui tindakan daripada banyak berbicara.
Baca Juga: DLH Balikpapan Mulai Pangkas Pohon Jelang Musim Hujan, Warga Bisa Minta Bantuan
Ia berharap warisan seni Guruh tetap dirawat dan dikenalkan kepada generasi berikutnya.
“Kita semua berdoa untuk almarhum, semoga husnul khatimah dan kita pun dapat meneruskan dan nguri-nguri apa yang menjadi karya seninya,” pungkasnya. (rd)
Editor : Romdani.