Menuju Insurance Day 2026, AAUI Balikpapan Dorong Literasi Asuransi bagi Masyarakat dan Pelaku Usaha

Nuron Setya Wijaya • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 17:04 WIB
AAUI Balikpapan saat berkunjung ke Gedung Biru Kaltim Post, Balikpapan, Selasa (29/9). (FOTO FUAD MUHAMMAD/KP)
AAUI Balikpapan saat berkunjung ke Gedung Biru Kaltim Post, Balikpapan, Selasa (29/9). (FOTO FUAD MUHAMMAD/KP)

KALTIMPOST.ID-Literasi mengenai risiko dan perlindungan asuransi menjadi salah satu perhatian industri asuransi di Kaltim.

Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Cabang Balikpapan menyiapkan sejumlah kegiatan menuju Insurance Day 2026 dengan melibatkan masyarakat, pelaku usaha, hingga generasi muda.

Rencana tersebut disampaikan dalam kunjungan Jasindo Balikpapan ke Kaltim Post, Selasa (29/9). Pertemuan sekaligus membuka peluang kolaborasi untuk memperluas edukasi mengenai asuransi kepada masyarakat.

Kepala Cabang Jasindo Balikpapan Indra mengatakan, rangkaian Insurance Day tidak hanya menyasar pelaku industri asuransi.

Baca Juga: Empat PC Klub di Balikpapan Dibongkar, Karyawan Didakwa Gelapkan Komponen Senilai Rp 80 Juta

Sejumlah kegiatan akan dikemas untuk menjangkau masyarakat dan dunia usaha, termasuk melalui literasi keuangan.

“Untuk menuju Hari Asuransi tersebut, kita akan ada beberapa kegiatan, baik kegiatan kebersamaan warga maupun literasi keuangan,” ujar Indra.

AAUI juga merencanakan kegiatan bersama pelaku bisnis di Kaltim. Menurut Indra, keterlibatan dunia usaha menjadi penting karena risiko yang membutuhkan perlindungan tidak hanya berkaitan dengan individu, tetapi juga aset yang menopang kegiatan operasional perusahaan.

Insurance Day 2026 mengusung tema “Asuransi Melindungi Indonesia” dengan tagline “Pahami Risikonya, Pilih Perlindungannya”.

Pesan tersebut diarahkan untuk mendorong masyarakat mengenali risiko terlebih dahulu sebelum menentukan jenis perlindungan sesuai kebutuhan.

Risiko yang dihadapi masyarakat dapat berkaitan dengan kendaraan maupun properti. Sementara di sektor usaha, kebutuhan perlindungan dapat mencakup alat berat, sarana transportasi, kapal hingga kargo.

Baca Juga: Kemarau Panjang Tekan Pertanian Kaltim, Sumur hingga Sungai Mulai Mengering

Beragamnya kebutuhan itu membuat literasi menjadi bagian penting. Pemahaman mengenai risiko dan produk perlindungan diperlukan agar masyarakat tidak sekadar memiliki asuransi, tetapi mengetahui manfaat serta perlindungan yang dibutuhkan.

Rangkaian kegiatan juga diarahkan untuk mengenalkan industri perasuransian kepada generasi muda.

Industri itu memiliki berbagai bidang yang berkaitan dengan kompetensi sumber daya manusia, teknologi, inovasi hingga peluang pengembangan karier.

Kolaborasi dengan media diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi. Informasi yang disampaikan dengan bahasa sederhana dinilai dapat membantu masyarakat memahami konsep risiko dan perlindungan secara lebih mudah.

“Semoga ke depannya asuransi bisa lebih baik lagi, lebih bisa untuk melindungi risiko-risiko yang ada terutama di Kalimantan Timur. Terlebih lagi kita bisa membantu pelaku-pelaku industri dalam melindungi aset-aset ini,” pungkas Indra. (rd)

Editor : Romdani.
karhutla Kaltim penajam paser utara jasindo ibu kota nusantara Kutai Barat