KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Warga Batu Ampar, Balikpapan Utara, diminta meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, pencurian meteran air milik pelanggan Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) atau PDAM kembali terjadi.
Dalam dua pekan terakhir, sedikitnya tiga kasus pencurian meteran air dilaporkan terjadi di kawasan tersebut.
Dua kasus terjadi di wilayah RT 05. Sedangkan kasus terbaru berlangsung di RT 50 Batu Ampar, Rabu (30/9/2026) sekitar pukul 03.45 Wita.
Baca Juga: RUU LLAJ Terbaru: Ojol Punya Payung Hukum, Pelanggar ODOL Terancam Pidana Berat
Aksi pencurian ini bahkan terekam kamera pengawas atau CCTV milik warga. Dari rekaman tersebut, terlihat tiga pria diduga pelaku berboncengan menggunakan satu sepeda motor berwarna putih.
Ketiganya mengenakan pakaian berwarna hitam. Satu pria turun dari motor untuk melepas meteran air. Sementara dua lainnya tetap berada di atas motor dan memantau situasi sekitar.
Ketua RT 05 Batu Ampar Iskantri mengatakan, ciri-ciri pelaku dalam rekaman CCTV diduga memiliki kesamaan dengan aksi pencurian meteran di lokasi lain.
“Pelaku terekam CCTV warga. Sepertinya pelakunya sama di beberapa tempat kejadian,” ujar Iskantri.
Aksi tersebut berlangsung singkat. Setelah meteran berhasil dilepas, pelaku kembali ke sepeda motor dan meninggalkan lokasi bersama dua rekannya.
Pola aksi yang dilakukan menjadi perhatian warga. Namun, identitas dan keterlibatan para pria tersebut masih perlu dipastikan melalui penyelidikan aparat.
Baca Juga: Patroli Ditingkatkan, Permukiman Elite Balikpapan Dipantau
“Pencurian meteran air tidak hanya menyebabkan kerugian bagi pelanggan. Hilangnya meteran juga dapat menimbulkan persoalan lain ketika sambungan air terbuka,” sesalnya.
Bhabinkamtibmas Batu Ampar Aiptu Eko Wahyudi juga menemukan meteran PDAM yang telah hilang. Air dari pipa menyembur cukup deras setelah meteran dicabut.
Kondisi itu berpotensi mengganggu lingkungan sekitar sekaligus menyebabkan air terbuang sebelum sambungan ditangani.
Warga pun diminta segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan di sekitar jaringan atau meteran air di lingkungan permukiman. (*)
Editor : Ery Supriyadi