KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui Dinas Perhubungan (Dishub) resmi menjalin kerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Kolaborasi ini difokuskan pada penyusunan kajian Rencana Umum Jaringan Trayek Balikpapan Connectivity, termasuk penataan angkutan kota (angkot) eksisting agar terintegrasi dengan Balikpapan City Trans (Bacitra).
Baca Juga: Dishub Balikpapan Pastikan Penambahan Koridor Baru Bacitra Harus Melalui Kajian Matang
Kepala Dishub Kota Balikpapan, M Fadli Pathurrahman, menyatakan bahwa langkah ini diambil untuk mewujudkan jaringan pelayanan angkutan umum yang efektif, efisien, terintegrasi, dan sesuai dengan kebutuhan mobilitas masyarakat.
Baca Juga: Ekspor Kaltim Agustus Turun 3,60 Persen, Gas Alam Tak Lagi Terkirim
Melalui skema baru ini, para pengusaha dan pengemudi angkot eksisting tidak perlu khawatir kehilangan mata pencaharian. Dishub akan merangkul angkot lokal sebagai armada penyokong (feeder) untuk koridor utama Bacitra menggunakan konsep Buy The Service (BTS) atau pembelian layanan.
“Pengusaha angkutan kota tidak perlu merasa khawatir apakah rute baru nanti memiliki potensi penumpang atau tidak, karena seluruh potensi tersebut sepenuhnya akan kami intervensi,” ujar Fadli, Kamis (1/10/2026).
Baca Juga: Tekan Angka Putus Sekolah, PKBM Kejuruan Terbuka Balikpapan Gandeng PLN NP Kaltimra
Fadli menjelaskan, angkot eksisting nantinya akan melalui penataan menyeluruh, mulai dari Standar Operasional Prosedur (SOP) hingga kelayakan armada. Langkah ini diambil agar angkot lokal dapat kembali eksis dan beroperasi secara profesional sejalan dengan standar layanan Bacitra.
“Kajian teknis bersama ITS Surabaya mencakup rencana pengembangan koridor utama Bacitra, konsep park and ride pada sub-terminal baru, serta pola integrasi rute dan tarif,” bebernya. Dia berharap pendekatan akademis dan pemanfaatan teknologi dari ITS dapat memperkuat konektivitas antarkawasan di Kota Balikpapan.
Dishub juga mengapresiasi antusiasme tinggi masyarakat di media sosial terkait implementasi operasional Bacitra, khususnya di wilayah Balikpapan Timur dan Balikpapan Utara.
“Animo yang begitu besar membuktikan masyarakat sangat mendambakan kehadiran angkutan umum yang andal, aman, nyaman, namun tetap terjangkau. Kami meyakini dengan penyediaan angkutan yang baik, problematika transportasi saat ini dapat terurai sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat,” pungkasnya. (*)
Editor : Sukri Sikki