Lapas Balikpapan Pastikan Tak Ada Fasilitas Mewah, Warga Binaan Capai 1.250 Orang

Muhammad Taufik • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 21:28 WIB
SOROTAN: Lapas Kelas IIA Balikpapan memastikan tidak terdapat fasilitas khusus atau mewah bagi warga binaan.
SOROTAN: Lapas Kelas IIA Balikpapan memastikan tidak terdapat fasilitas khusus atau mewah bagi warga binaan.

BALIKPAPAN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Balikpapan memastikan tidak terdapat fasilitas khusus atau mewah bagi warga binaan. Pernyataan tersebut disampaikan menyusul sorotan terhadap pemberitaan fasilitas mewah di Lapas Cibinong.

Kepala Lapas Kelas IIA Balikpapan Andri Lesmono mengatakan, pemeriksaan terhadap kondisi dan fasilitas di dalam lapas dilakukan secara rutin maupun insidentil. Pengawasan juga baru dilakukan tim dari Kantor Wilayah (Kanwil).

“Enggak ada, sudah dipastikan enggak ada. Kemarin juga sudah pemeriksaan tim dari Kanwil keliling Lapas ini,” kata Andri saat diwawancarai, Jumat (2/10).

Menurut dia, pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh fasilitas di dalam lapas digunakan sesuai fungsi dan tidak terdapat perlakuan berbeda terhadap warga binaan.

“Kami rutin melaksanakan pengecekan. Baik rutin maupun insidentil, kami selalu melaksanakan kegiatan pengecekan tersebut untuk memastikan Lapas ini fungsinya itu sama semuanya, enggak ada perbedaan,” jelasnya.

Baca Juga: Napi Tewas di Lapas Balikpapan, Praktisi Hukum: Tali Asih Tak Hapus Delik Pidana

Di tengah pengawasan tersebut, Lapas Kelas IIA Balikpapan masih menghadapi persoalan kelebihan kapasitas. Kapasitas lapas tercatat 707 orang, sementara jumlah warga binaan saat ini mencapai sekitar 1.250 orang.

Kondisi tersebut membuat jumlah penghuni jauh melebihi kapasitas yang tersedia. Namun, Andri menyebut warga binaan masih dapat memanfaatkan area lantai bawah sebagai tempat beristirahat.

“Kalau untuk yang 80 persen itu insyaallah masih bisa memanfaatkan lantai bawah untuk tidur. Kebanyakan teman-teman itu banyak juga akhirnya yang memanfaatkan tidur di lantainya, lantai bawah,” ujarnya.

Andri mengatakan pihaknya terbuka terhadap kritik dan masukan terkait kondisi maupun pelayanan di dalam lapas. Menurutnya, pengawasan dari masyarakat dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan pelaksanaan tugas.

“Kami sangat senang kinerja kami diawasi sehingga kami bisa tetap berkontribusi positif, baik untuk organisasi maupun masyarakat,” tutup Andri.

Editor : Muhammad Ridhuan
warga binaan Balikpapan Fasilitas mewah lapas Overkapasitas lapas Lapas Kelas IIA Balikpapan lapas balikpapan