KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN — Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mengusulkan kawasan Bumi Perkemahan Pramuka Kilometer 13 sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat. Langkah ini dilakukan untuk memanfaatkan alokasi anggaran dari pemerintah pusat sebesar Rp250 miliar bagi pembangunan fasilitas pendidikan gratis tersebut.
Seperti diketahui, syarat utama untuk mendapatkan dana bantuan dari pemerintah pusat adalah kesiapan daerah dalam menyediakan serta mematangkan lahan.
Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo mengungkapkan, pihaknya menargetkan Sekolah Rakyat di Balikpapan dapat terbangun pada akhir 2027 atau awal 2028.
Baca Juga: Dandim Cup 2026 Buka Jalan Bibit Muda Sepak Bola Kukar
“Sekolah Rakyat ini untuk membantu masyarakat yang masuk kategori desil 1 dan 2. Semua gratis, mulai dari fasilitas seragam, boarding school (sekolah berasrama), hingga perlengkapan sekolah,” kata Bagus.
Selain program Sekolah Rakyat yang digagas selaras dengan program Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto, Pemprov Kaltim juga terus menggulirkan program Beasiswa Gratispol untuk menunjang pendidikan tinggi.
“Saat ini hampir 50 ribu mahasiswa sudah terbantu untuk biaya uang kuliah tunggal (UKT),” ujarnya.
Bagus menegaskan, dengan berbagai program bantuan tersebut, akses pendidikan di Kalimantan Timur seharusnya tidak lagi menjadi hambatan. Namun, ia mengingatkan bahwa bantuan pemerintah harus diimbangi dengan motivasi kuat dari para siswa.
“Bantuan ini harus dianggap sebagai sebuah kesempatan. Anak-anak harus punya kemauan belajar sampai jenjang lebih tinggi dan sadar memanfaatkan program bantuan yang ada sebaik mungkin,” tutur Bagus.
Di sisi lain, Bagus menyoroti pentingnya peningkatan minat baca atau literasi bagi anak-anak. Menurutnya, pemanfaatan teknologi seperti koran digital maupun e-book di ponsel pintar harus dimaksimalkan untuk mengakses bahan bacaan dalam berbagai bahasa.
Baca Juga: KUA-PPAS Kaltim 2026 Dibahas Maraton, Ada 36 Kegiatan Jadi Sorotan
Ia juga mengajak para orang tua untuk aktif menumbuhkan budaya literasi sejak dini dari rumah.
“Orang tua dapat membantu memberikan kebiasaan baik, seperti membiasakan membaca dongeng sebelum tidur meski hanya 3–4 lembar sejak dini. Tujuannya agar menumbuhkan semangat literasi, sehingga anak merasa dekat dan terbiasa membaca,” pungkasnya. (*)
Editor : Ery Supriyadi