KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan mengalokasikan sisa Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) tahap ketiga sebanyak 8 ton, atau tepatnya 8.003,39 kilogram beras.
Bantuan pangan itu difokuskan bagi kelompok rentan, yakni 412 ibu hamil status Kekurangan Energi Kronis (KEK) serta 25 bayi di bawah usia dua tahun (baduta) gizi kurang. Secara simbolis, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menyerahkan bantuan tahap akhir tersebut di Rumah Jabatan Wali Kota, Senin (5/10/2026).
Baca Juga: Pasokan Solar Industri di Kaltim Menipis, Ancaman Nyata bagi Rantai Pasok Nasional
Dalam penyerahan awal, sebanyak 1.840 kilogram beras dibagikan kepada 100 ibu hamil KEK, didampingi bantuan tambahan 100 ekor ayam beku dari Bidang Kehewanan dan Peternakan DKP3.
Adapun sisa alokasi bantuan beras sebesar 6.163,39 kilogram disalurkan secara serentak di 30 kelurahan, Selasa (6/10/2026). Secara keseluruhan, kelompok ibu hamil KEK menerima total alokasi 7.750 kilogram beras, sementara 25 baduta gizi kurang memperoleh alokasi khusus sebesar 253,39 kilogram.
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menegaskan, program CPPD merupakan bentuk ikhtiar pemerintah daerah dalam menjamin kesehatan warga sekaligus mengakselerasi penanganan stunting.
Baca Juga: Penyetaraan Sekolah Gibran Disorot Hakim MK: Tak Ada Ijazah, Cuma Transkrip Nilai dan Jam Hadir
“Ini wujud kepedulian pemerintah dalam mencegah stunting, memberikan pelayanan kesehatan, dan menjaga nutrisi janin dalam kandungan agar kelak tumbuh menjadi anak yang sehat dan cerdas,” ujar Rahmad.
Ia menambahkan, pemerintah daerah terus berupaya menjalankan program nasional untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menyiapkan generasi penerus yang tangguh.
Baca Juga: Danrem 091/ASN Ingatkan Prajurit Soal Profesionalisme di Tengah Modernisasi Alutsista
“Kami sudah berupaya hadir, walau masih terbatas karena kondisi keuangan daerah yang mengalami efisiensi. Namun, ini adalah pelayanan yang wajib kami berikan bagi seluruh warga,” tuturnya. (*)
Editor : Dwi Restu A