Solusi Kemacetan Kawasan BSB, Akses Baru Hubungkan e-Walk ke Balikpapan Permai Mulai Dibahas

Oktavia Megaria • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 14:33 WIB
WACANA: Demi urai kemacetan di kawasan Balikpapan Superblock (BSB), Pemkot Balikpapan wacanakan jalur alternatif. (ANGGI/KP)
WACANA: Demi urai kemacetan di kawasan Balikpapan Superblock (BSB), Pemkot Balikpapan wacanakan jalur alternatif. (ANGGI/KP)

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Padatnya arus lalu lintas di kawasan Balikpapan Superblock (BSB) belum juga menemui solusi tuntas. Guna mengurai kemacetan menahun tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mewacanakan pembukaan jalur alternatif yang menghubungkan kawasan BSB dengan Balikpapan Permai.

Rencana pembukaan akses alternatif itu disampaikan Kepala Disparpora Balikpapan Ratih Kusuma. Menurutnya, geliat pusat perbelanjaan di Kota Beriman terus berkembang pesat seiring pertumbuhan kota sebagai simpul jasa, perdagangan, investasi, dan pariwisata di Kalimantan Timur.

Baca Juga: Pakai Sistem Geotagging, Pemkot Balikpapan Pastikan Bantuan Pangan Tepat Sasaran

Hal itu disebut Ratih tak lepas dari peran strategis Balikpapan sebagai kota mitra utama Ibu Kota Nusantara (IKN). Posisi tersebut memicu peningkatan intensitas aktivitas perekonomian serta lonjakan mobilitas masyarakat.

“Kondisi itu membuat kebutuhan akan akses transportasi yang lebih baik semakin penting. Salah satunya melalui rencana pembukaan jalur alternatif yang menghubungkan kawasan e-Walk dengan Balikpapan Permai. Jalur ini diharapkan menjadi salah satu solusi jitu untuk mengurai kepadatan lalu lintas di kawasan ini,” ujar Ratih.

Ia menambahkan, keberadaan rute tembus tersebut akan membuat kendaraan yang melintas tidak lagi bertumpu pada satu pintu utama. Para pengunjung yang hendak menuju kawasan e-Walk maupun Pentacity Shopping Venue pun memiliki pilihan akses perjalanan yang lebih variatif.

Baca Juga: Finalisasi Kafilah MTQ Ke-54 Balikpapan Utara, 96 Peserta Siap Pertahankan Juara Umum  

“Yang jelas, pembangunan dan penataan infrastruktur menjadi bagian penting dari upaya Pemkot Balikpapan dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif. Mengenai skema teknis rute atau jalurnya, saat ini masih terus kami bahas,” imbuhnya.

Dari sisi pengelola kawasan, General Manager e-Walk dan Pentacity Alfialdy Baenars menyambut positif rencana tersebut. Ia menerangkan bahwa usulan rute alternatif sejatinya telah dipersiapkan sejak beberapa tahun silam, kendati prosesnya sempat berkutat pada tahapan administrasi dan perizinan.

“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah kota yang saat ini kembali mendorong wacana pembukaan jalur alternatif tersebut,” jelas Alfialdy.

Tingginya kepadatan arus kendaraan di kawasan BSB memang kian terasa seiring bertambahnya pengunjung. Pada hari biasa, jumlah mobilitas warga yang beraktivitas di kawasan terpadu ini, khususnya mal, berkisar antara 60 ribu hingga 70 ribu kunjungan per hari.

Kondisi tersebut menuntut kelancaran sirkulasi lalu lintas menjadi perhatian utama sejalan dengan ekspansi kawasan. Manajemen mal berupaya menjaga kenyamanan mobilitas pengunjung agar tidak terkikis oleh antrean kendaraan yang mengular di ruas jalan utama.

“Jalur keluar dan masuk selama ini hanya bertumpu pada satu akses jalan, sehingga memicu penumpukan kendaraan. Kami tidak ingin pengunjung membawa pulang pengalaman yang kurang menyenangkan akibat terjebak macet. Karena itu, kami sangat berharap wacana pembukaan jalur tembus ini segera terealisasi,” pungkasnya. (*)

Editor : Duito Susanto
e-Walk Balikpapan macet bsm balikpapan jalur alternatif bsb pemkot balikpapan Balikpapan Superblock