Biznet Bangun AI-Ready Data Center Ramah Lingkungan di Bali, Ini Deretan Keunggulannya

Dina Angelina • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 14:43 WIB
INFRASTRUKTUR: Regional Manager Kalimantan Biznet Nurul Sari Ramadhani (kanan) memaparkan capaian 26 tahun Biznet dan pengoperasian AI-Ready Data Center dalam acara media gathering di Balikpapan, Kamis (8/10/2026). (DINA ANGELINA/KP)
INFRASTRUKTUR: Regional Manager Kalimantan Biznet Nurul Sari Ramadhani (kanan) memaparkan capaian 26 tahun Biznet dan pengoperasian AI-Ready Data Center dalam acara media gathering di Balikpapan, Kamis (8/10/2026). (DINA ANGELINA/KP)

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Menginjak usia ke-26 tahun, Biznet terus berinovasi memperkuat infrastruktur digital nasional. Salah satu langkah strategisnya adalah menghadirkan AI Center, yakni AI-Ready Data Center pertama milik Biznet yang berlokasi di kawasan Ayana, Bali.

Fasilitas berteknologi tinggi tersebut dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan komputasi dan pemrosesan data kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) skala besar. Tempat ini memiliki kapasitas daya hingga 145 kilowatt (kW) per rak, jauh melampaui kapasitas standar umum yang rata-rata hanya mencapai 10 kW per rak.

Baca Juga: DPRD Balikpapan Soroti Potensi Kebocoran PAD dari Parkir Liar, Pengelolaan Dishub Bakal Dievaluasi

"Data Center ini dilengkapi teknologi sistem pendingin cairan (liquid cooling) yang bersirkulasi dalam saluran tertutup sehingga tidak dibuang ke lingkungan sekitar," ujar Regional Manager Kalimantan Biznet, Nurul Sari Ramadhani, dalam media gathering di Balikpapan, Kamis (8/10/2026).

Pembangunan Biznet Data Center juga dirancang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan (sustainable) dengan memanfaatkan panel surya. Nurul menjelaskan, pihaknya menyadari bahwa kebutuhan digital masyarakat saat ini tidak lagi sebatas konektivitas internet biasa.

"Perlu kapasitas besar untuk mengakses seluruh kegiatan komputasi dan pengolahan data guna mendukung implementasi AI," sebutnya.

Baca Juga: Temukan Dugaan Monopoli 7 Kios di Pasar Sepinggan, Komisi II DPRD Balikpapan Desak Penertiban

Menurut Nurul, membangun jaringan bukan sekadar menghubungkan satu titik wilayah ke wilayah lain. Oleh karena itu, Biznet juga mengoperasikan jaringan kabel bawah laut mandiri bernama Biznet Nusantara Cable System (BNCS) untuk mengoptimalkan layanan sekaligus membuka peluang baru di era digital.

"Kami membangun dan mengoperasikannya sendiri untuk menghubungkan konektivitas antarpulau, sekaligus mendukung akselerasi pemerataan internet," imbuhnya.

Melalui infrastruktur ini, Biznet berkomitmen memperkuat konektivitas dengan menghadirkan bandwidth yang lebih besar. Tujuannya agar kota-kota kecil memiliki kualitas dan kapasitas jaringan yang setara dengan kota-kota besar.

Saat ini, BNCS 1 telah menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatra, serta terkoneksi langsung dengan Biznet Fiber Sumatra. Daerah seperti Lampung, Palembang, Jambi, dan Riau kini telah terhubung melalui kabel bawah laut tersebut.

Alhasil, kapasitas bandwidth di keempat wilayah itu sudah setara dengan kota besar seperti Jakarta dan Surabaya.

Selama 26 tahun berkiprah, Biznet telah membentangkan total panjang kabel serat optik (fiber optic) lebih dari 100.000 kilometer, termasuk kabel bawah laut sepanjang lebih dari 1.700 kilometer. Jaringan ini telah menjangkau lebih dari 3 juta homepass yang tersebar di 200 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. (*)

Editor : Duito Susanto
data center ai infrastruktur digital kecerdasan buatan balikpapan biznet