LPM Sepinggan Baru Raih Predikat Tertinggi di BBGRM Kota Balikpapan, Catatkan Swadaya Rp20,39 Miliar

Supriyono Lupus • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 16:07 WIB
Plt Kepala DP3AKB Balikpapan Nursyamsiarni Djufril Larose (ujung kiri) menyerahkan hadiah kepada LPM Kelurahan Sepinggan Baru.
Plt Kepala DP3AKB Balikpapan Nursyamsiarni Djufril Larose (ujung kiri) menyerahkan hadiah kepada LPM Kelurahan Sepinggan Baru.  

 

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Sepinggan Baru menorehkan prestasi gemilang dalam ajang Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) yang diinisiasi oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan.

LPM Sepinggan Baru berhasil menempati posisi tertinggi dan terbaik se-Kota Balikpapan dengan capaian swadaya yang fantastis. Ketua LPM Sepinggan Baru, Wahyullah Bandung, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari partisipasi aktif seluruh warga di 66 Rukun Tetangga (RT) yang ada di wilayah tersebut.

Baca Juga: Kompak Mati Lampu! Warga di 29 Titik Wilayah Balikpapan Utara dan Selatan Bersabar Lagi

Selama satu tahun, tercatat sebanyak 928 kegiatan gotong royong telah dilaksanakan, dengan total nilai swadaya mencapai Rp20,39 Miliar.

"Data ini menunjukkan bahwa masyarakat secara aktif melakukan gotong royong di lingkungannya masing-masing. Ini membuktikan bahwa semangat gotong royong telah menjadi budaya yang mengakar kuat di Sepinggan Baru," ujar Wahyullah.

Ketua LPM Sepinggan Baru Wahyullah Bandung (depan tengah), pengurus, kelurahan dan unsur lainnya pada saat sesi presentasi lomba BBGRM.
Ketua LPM Sepinggan Baru Wahyullah Bandung (depan tengah), pengurus, kelurahan dan unsur lainnya pada saat sesi presentasi lomba BBGRM.  

 

Dari total swadaya senilai Rp20,39 miliar tersebut, kontribusi terbesar berasal dari bidang sosial, agama, dan budaya. Berikut rincian lengkapnya:

1. Bidang Sosial, Agama, dan Budaya: Menyumbang Rp16,4 miliar dengan 464 kegiatan.

2. Bidang Kemasyarakatan: Menyumbang Rp1,6 miliar dengan 340 kegiatan.

3. Bidang Lingkungan: Menyumbang Rp1,5 miliar dengan 98 kegiatan.

4. Bidang Ekonomi: Menyumbang Rp757 juta dengan 26 kegiatan.

Wahyullah menjelaskan bahwa program unggulan yang dijalankan pihaknya sejatinya bersifat stimulan. Kegiatan LPM dirancang untuk memicu inisiatif warga agar muncul secara mandiri. "Kegiatan di LPM itu serta merta juga membuat inisiatif dari warga muncul. Jadi kita hanya memberikan contoh bahwa kegiatan LPM itu seperti ini," jelasnya.

Beberapa program berkelanjutan juga lahir dari capacity building antara lain adalah urban farming (pertanian perkotaan) dan pengelolaan sampah.

Wahyullah juga menyoroti pentingnya dukungan perangkat kelurahan, khususnya sosok Lurah yang memahami wilayah. Menurutnya, faktor personel menjadi kunci kemajuan suatu wilayah.

"Sangat besar pengaruhnya. Lurahnya juga suka 'nongkrong', suka ngopi bersama warga. Yang menurut saya bagus itu, lurahnya ini ke mana-mana saya malah ikut. Dia sangat paham wilayah, dan itu kelebihannya," tuturnya.

Ia menambahkan, sinergi antara LPM, Lurah, staf kelurahan, Babinsa, dan Babinkamtibmas harus terjalin dalam satu tim yang solid untuk mendorong pemberdayaan masyarakat.

Wahyullah Bandung berharap wilayah lain di Kota Balikpapan daapt terus menggelorakan semangat gotong royong dan kemandirian warga.

Sementara itu, Lurah Sepinggan Baru Sarbin menyampaikan rasa syukur atas pencapaian LPM Kelurahan Sepinggan Baru yang meraih juara 1.

Sarbin juga menekankan pentingnya semangat kolaborasi antara warga dan ketua RT di Kelurahan Sepinggan Baru. Ia mengapresiasi dukungan masyarakat terhadap kegiatan yang dilaksanakan oleh LPM.

"Secara keseluruhan, komitmen dan partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung program-program LPM menjadi kunci keberhasilan dalam lomba BBGRM," pungkasnya. (*)

 

 

Editor : Sukri Sikki
BBGRM kota balikpapan Wahyullah Bandung sepinggan baru lomba