BALIKPAPAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan memodernisasi peralatan kebersihan dengan mengandalkan mobil penyapu jalan (road sweeper) dan mesin konverter.
Langkah ini menjadi solusi efektif dalam menekan angka kecelakaan kerja petugas kebersihan sekaligus mengatasi keterbatasan jumlah personel.
Kepala DLH Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, mengungkapkan bahwa penggunaan armada otomatis ini diprioritaskan untuk menyapu kawasan rawan kecelakaan lalu lintas.
Sejak modernisasi alat diterapkan pada 2022, pihaknya mencatat tidak ada lagi insiden kecelakaan yang menimpa para penyapu jalan.
"Sebelumnya selalu ada laporan petugas yang mengalami kecelakaan. Akhirnya, untuk menekan angka kecelakaan, kami modernisasi alat dengan road sweeper. Total saat ini sudah ada empat unit," ujar Sudirman.
Ia mencontohkan kawasan Jalan Marsma R Iswahyudi sebagai salah satu titik rawan. Kendati petugas telah memasang kerucut lalu lintas (traffic cone) dan bekerja sejak fajar usai salat Subuh, masih banyak pengendara yang melintas dengan kecepatan tinggi.
Oleh karena itu, penyapuan jalan secara manual dialihkan ke wilayah yang relatif lebih sepi. Di sisi lain, DLH Balikpapan tercatat tidak melakukan penambahan petugas kebersihan dalam kurun empat tahun terakhir.
Keputusan ini diambil demi menjaga efisiensi anggaran daerah yang tengah mengalami pemangkasan dana transfer ke daerah (TKD) oleh pemerintah pusat. Sementara setiap petugas berhak menerima gaji sesuai standar Upah Minimum Kota (UMK).
Sudirman menambahkan, DLH berencana melengkapi setiap kecamatan dengan fasilitas road sweeper secara bertahap. Pengadaan alat modern tersebut terus disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah.
"Secara kebutuhan memang banyak, namun kondisi anggaran terbatas sehingga kami menyesuaikan program prioritas, seperti gaji petugas dan operasional kendaraan. Pengadaan alat road sweeper juga dilakukan bertahap menyesuaikan kondisi keuangan daerah," pungkasnya. (*)
Editor : Ismet Rifani