KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Semangat gotong royong masih menjadi fondasi penting dalam pembangunan masyarakat. Plt Kepala DP3AKB Balikpapan Nursyamsiarni Djufril Larose menegaskan bahwa indikator utama dalam Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) adalah nilai swadaya masyarakat pada empat bidang, yakni bidang kemasyarakatan, ekonomi, sosial budaya dan agama, serta lingkungan.
Baca Juga: Tak Bayar Tunggakan Pajak, Wajib Pajak Bontang Terancam Ditempeli Stiker dan Spanduk
Menurut Nursyamsiarni, keempat bidang tersebut menjadi ukuran sejauh mana masyarakat mampu menghidupkan kembali nilai-nilai kebersamaan, partisipasi, dan kemandirian dalam pembangunan di lingkungan.
Tujuan penyelenggaraan BBGRM di kelurahan pun tidak sekadar seremonial. Kegiatan ini diarahkan untuk memotivasi dan meningkatkan semangat gotong royong masyarakat, mendorong partisipasi dan swadaya masyarakat dalam pembangunan.
"Pelaksanaan BBGRM di kelurahan sebagai bentuk apresiasi kepada kelurahan yang berhasil mengembangkan gotong royong secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi warganya," ucapnya.
Baca Juga: Sambangi Kementerian PU, Bupati Mudyat Noor Bawa Daftar Proposal Infrastruktur
Namun, menghidupkan gotong royong di era modern bukan tanpa tantangan. Nursyamsiarni menyebut setidaknya ada empat tantangan besar. Pertama, kesibukan warga yang tinggi sehingga memunculkan sifat individualisme. Kedua, kurangnya keterlibatan generasi muda dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
Ketiga, kesenjangan digital karena tidak semua warga memiliki dan memahami teknologi. Keempat, kurangnya rasa memiliki terhadap lingkungan sekitar.
"Tantangan tersebut membuat upaya penguatan gotong royong perlu dilakukan secara konsisten, termasuk melalui BBGRM," jelasnya.
Tahun ini, Provinsi Kalimantan Timur tidak mengadakan lomba BBGRM karena efisiensi anggaran. Meski demikian, Pemerintah Kota Balikpapan tetap menunjukkan komitmen kuat terhadap pelaksanaan kegiatan ini.
“Pemerintah Kota Balikpapan tetap memiliki komitmen kuat dalam BBGRM melalui penganggaran dalam pelaksanaan kegiatan ini, baik di tahun 2026 dan tahun 2027 yang akan datang tetap dialokasikan anggaran,” ujar Nursyamsiarni.
Terkait pemenang lomba oleh LPM Kelurahan Sepinggan Baru, Nursyamsiarni berharap prestasi tersebut dapat memotivasi LPM kelurahan lainnya.
Selain menjadi LPM percontohan, keberhasilan LPM Kelurahan Sepinggan Baru diharapkan menjadi rujukan dalam tertib administrasi dan pelaksanaan BBGRM di waktu yang akan datang. (*)
Editor : Sukri Sikki