KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Balikpapan gencar memperluas jangkauan pendidikan pemilih hingga ke institusi pendidikan guna membentengi generasi muda dari kepungan kabar bohong (hoaks).
Sepanjang Januari hingga September 2026, lembaga penyelenggara pemilu ini mencatat sekitar 8.000 peserta telah mengikuti program sosialisasi tatap muka.
Capaian tersebut meningkat signifikan dari data pertengahan tahun yang sebelumnya berada di angka 6.143 orang. KPU Balikpapan kini memprioritaskan pemilih pemula di bangku sekolah dan perguruan tinggi, di samping tetap merangkul masyarakat umum.
Baca Juga: Lindungi Tanah Ulayat, RUU Masyarakat Adat Wajib Muat Aturan Anti-Kriminalisasi
Salah satu implementasi nyata dilakukan melalui pendampingan pemilihan ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) di SMK 3 Balikpapan. Agenda pemilihan sebagai sarana simulasi pemilu tersebut diikuti sedikitnya 1.300 siswa.
"Sekitar sepekan lalu, kami melakukan pendampingan pemilihan ketua OSIS di SMK 3 Balikpapan. Siswa diberikan pemahaman langsung mengenai proses pencalonan, penyampaian visi dan misi, hingga keterlibatan pemilih dalam menentukan pilihan secara cerdas," ungkap Anggota KPU Balikpapan Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM, Suhardi, Jumat (9/10).
Baca Juga: Kapasitas Waduk Manggar Drop ke 900 Liter per Detik, PTMB Kirim Air Bersih Pakai 21 Mobil Tangki
Pria yang akrab disapa Adi ini menegaskan bahwa pendidikan demokrasi sejak dini mendesak dilakukan demi mempersiapkan mentalitas pemilih muda. Pasalnya, ruang digital hari ini dipenuhi ancaman manipulasi opini yang dapat menyesatkan calon pemilih pemula.
"Terutama karena maraknya hoaks yang beredar, misinformasi, dan disinformasi di ruang digital. Masyarakat, khususnya pemilih muda, harus bisa memahami sumber informasi, menelusuri kebenaran, memverifikasi, serta menilai kualitas informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya," tegas Adi.
Tak berhenti di jenjang menengah atas, KPU Balikpapan juga merancang agenda sosialisasi nilai-nilai demokrasi ke jenjang sekolah dasar. Gagasan ini merupakan tindak lanjut aspirasi Forum Konsultasi Publik (FKP) untu menanamkan etika berdemokrasi dan literasi digital sejak dini. (*)
Editor : Duito Susanto