KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Program bedah rumah kembali menyasar warga yang membutuhkan hunian layak di Kota Balikpapan. Kali ini, bantuan menyasar rumah milik Aspiah, seorang buruh cuci berusia 57 tahun, yang tinggal di Jalan Jenderal A. Yani RT 09, Kelurahan Mekar Sari, Balikpapan Tengah.
Sebelum dibedah, rumah Aspiah berada dalam kondisi tidak layak huni. Atap bocor, sementara lantai dan dinding rumah sudah rusak.
Baca Juga: Tangkal Hoaks Jelang Pemilu, KPU Balikpapan Sudah Edukasi 8.000 Pemilih Pemula
Bantuan bedah rumah ini berasal dari YBM PLN Induk Unit Instalasi Kalimantan Timur dan Utara. Proses rehab rumah dimulai pada 24 Agustus 2026, ditandai dengan dropping material. Pengerjaan berlangsung hingga 22 September 2026, dan pada tanggal tersebut kegiatan bedah rumah dinyatakan selesai 100 persen.
Selama proses pengerjaan, gotong royong dilakukan bersama Ketua RT, warga, serta kelompok masyarakat yang turut membantu. Partisipasi warga menjadi bukti bahwa bedah rumah tidak hanya soal fisik bangunan, tetapi juga semangat kebersamaan untuk saling meringankan beban sesama.
Baca Juga: DP3AKB Galakkan Kembali Semangat Gotong Royong di Era Digital
Lurah Mekar Sari, Evi Nurharyanti menyampaikan harapannya agar program bedah rumah ini memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup warga.
“Saya berharap program bedah rumah ini dapat meningkatkan kualitas hidup warga, khususnya dalam hal kesehatan, kenyamanan, dan keamanan tempat tinggal. Setiap warga berhak memiliki rumah yang layak huni, sehingga bantuan ini menjadi langkah nyata dalam mewujudkan hunian yang sehat dan sejahtera,” ujar Evi.
“Semoga program ini terus berlanjut dan menjangkau seluruh wilayah kecamatan, sehingga tidak ada lagi rumah tidak layak huni,” tambahnya.
Sementara itu, Camat Balikpapan Tengah, Ariefdah Aida Kuntjoro, menyampaikan apresiasi dari Pemerintah Kota Balikpapan terhadap kepedulian YBM PLN Group Balikpapan.
“Terima kasih atas kepedulian dan konsistensinya dalam membantu masyarakat melalui program kemanusiaan, salah satunya program bedah rumah ini,” ungkapnya.
Menurut Ariefdah, rumah bukan sekadar tempat berteduh dari hujan dan panas. Rumah adalah fondasi utama bagi sebuah keluarga untuk membangun masa depan, mendidik anak-anak, serta menciptakan lingkungan yang sehat dan harmonis.
Ia menegaskan bahwa penyediaan hunian yang layak merupakan salah satu prioritas utama Pemerintah Kota Balikpapan. Arah kebijakan Pemkot Balikpapan pun berfokus pada percepatan penanganan rumah tidak layak huni.
"Program ini sekaligus menjadi contoh nyata kolaborasi antara lembaga kemanusiaan, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan hunian layak bagi warga," pungkas Ariefdah. (*)
Editor : Sukri Sikki