KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Hamparan rerumputan dan pepohonan menjadi bagian dari daya tarik Taman Wisata Bukit Kebo di Balikpapan Timur. Meski sebagian rumput terlihat mengering dan tak sehijau biasanya, kawasan wisata ini tetap dikunjungi warga yang ingin menikmati suasana alam sekaligus melepas penat dari rutinitas sehari-hari.
Sebagian hamparan rumput tampak mengering dan berwarna kecokelatan. Kondisi tersebut menghadirkan pemandangan berbeda di kawasan yang dikenal dengan lanskap terbuka dan keberadaan kerbau.
Kendati demikian, perubahan tampilan alam tidak serta-merta menghilangkan daya tarik Bukit Kebo. Pengunjung masih dapat menikmati suasana terbuka, duduk bersantai, hingga menghabiskan waktu bersama keluarga maupun teman.
Baca Juga: Kian Lengket dengan Stephanie Giscka, Teuku Ryan Buka Suara soal Peluang Buka Hati
Berbeda dengan destinasi yang mengandalkan wahana buatan, Bukit Kebo menawarkan pengalaman rekreasi yang bertumpu pada suasana alam. Hamparan terbuka dan pepohonan memberikan ruang bagi pengunjung untuk beristirahat sejenak dari kesibukan perkotaan.
Kawasan ini juga dilengkapi gazebo dan vila. Pengunjung dapat memilih tempat untuk bersantai sembari menikmati suasana sekitar. Keberadaan kerbau di area tertentu turut menjadi ciri khas yang membedakan Bukit Kebo dari destinasi wisata lainnya.
Dari sisi biaya, tiket masuk Bukit Kebo berdasarkan informasi yang diperoleh dibanderol Rp10 ribu dan disebut sudah termasuk parkir. Namun, tarif tersebut masih perlu dikonfirmasi kepada pengelola untuk memastikan ketentuan yang berlaku.
Salah seorang pengunjung, Hilmi, menilai Bukit Kebo menjadi pilihan menarik untuk menghabiskan waktu luang. Suasana yang dekat dengan alam dan biaya kunjungan yang terjangkau menjadi pertimbangan untuk berkunjung.
“Tempatnya cocok untuk santai karena suasananya berbeda. Dengan biaya yang relatif murah, kita sudah bisa menikmati pemandangan dan menghabiskan waktu bersama teman atau keluarga,” ujarnya.
Pengunjung lainnya, Andre, mengatakan kawasan wisata alam seperti Bukit Kebo memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati suasana terbuka tanpa harus bepergian jauh ke luar kota.
“Kalau ingin menikmati suasana alam, tidak harus selalu pergi jauh. Di sini bisa duduk santai, menikmati pemandangan, dan menghabiskan waktu bersama teman,” katanya.
Baca Juga: Razia Tiga THM di Balikpapan, Dua Orang Positif Tes Urine
Menurutnya, keberadaan ruang terbuka menjadi nilai tambah bagi masyarakat yang membutuhkan tempat untuk beristirahat sejenak dari aktivitas sehari-hari.
Perubahan kondisi rumput turut memengaruhi tampilan destinasi wisata yang mengandalkan vegetasi alami. Ketika hujan jarang turun, sebagian rerumputan dapat terlihat lebih kering sehingga warna hijau tidak lagi mendominasi seluruh kawasan. Namun, penyebab kondisi rumput di Bukit Kebo masih perlu dipastikan lebih lanjut.
Bagi warga Balikpapan, Bukit Kebo menawarkan alternatif rekreasi alam di tengah beragam pilihan wisata yang tersedia. Daya tariknya tidak hanya terletak pada hamparan rumput hijau, tetapi juga suasana terbuka dan kesempatan untuk menghabiskan waktu bersama orang terdekat.
Di tengah perubahan tampilan lanskap, Bukit Kebo tetap memiliki potensi sebagai ruang rekreasi bagi masyarakat. Suasana alam dan ruang untuk berkumpul menjadi bagian dari pengalaman yang ditawarkan destinasi wisata ini. (*)
Editor : Ery Supriyadi