KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Gerai Koperasi Merah Putih (KMP) di Kelurahan Gunung Bahagia, Balikpapan Selatan, telah dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, mulai dari rak barang hingga kendaraan operasional. Namun, hingga Rabu (14/10), fasilitas tersebut belum diikuti operasional yang optimal karena pasokan barang dan mekanisme pengelolaan gerai masih menunggu kepastian.
Ketua Koperasi Kelurahan Merah Putih Gunung Bahagia, Ramli, mengatakan fasilitas yang tersedia meliputi rak barang, mobil truk, mobil pikap, serta perlengkapan dasar untuk klinik kesehatan. Meski demikian, barang dagangan belum tersedia di gerai tersebut.
“Jadi, gerai itu sudah jadi, termasuk fasilitasnya. Raknya sudah ada, mobil truk sudah ada, mobil pikap sudah ada, termasuk perlengkapan yang ada di klinik, seperti meja dan tempat tidur pasien untuk klinik kesehatan,” ujar Ramli.
Baca Juga: Kebakaran di Tenggarong, Perjuangan Ayah Selamatkan Dua Buah Hati Berakhir Pilu
Menurutnya, pengurus masih menunggu kepastian skema pengelolaan setelah adanya penempatan manajer koperasi. Kejelasan tersebut diperlukan untuk menentukan mekanisme pengadaan barang, perekrutan tenaga pelayanan, hingga koordinasi dengan pihak yang bertanggung jawab atas distribusi kebutuhan pokok.
Selama mekanisme operasional belum jelas, pengurus dan anggota masih bergantian melayani masyarakat saat ada kegiatan atau pembelian. Perekrutan tenaga tambahan, seperti kasir dan petugas pelayanan kesehatan, juga masih menunggu regulasi lebih lanjut.
Ramli menyebut sejumlah kebutuhan yang paling banyak ditanyakan masyarakat, antara lain gas elpiji 3 kilogram, beras, dan minyak goreng. Khusus beras, sebagian warga menginginkan merek tertentu yang belum tersedia dalam stok koperasi.
Kondisi tersebut menjadi perhatian pengurus karena keberadaan gerai diharapkan dapat menjawab kebutuhan warga. Menurut Ramli, ketersediaan fasilitas perlu diikuti pasokan barang yang sesuai dengan permintaan masyarakat agar gerai dapat menjalankan fungsi ekonominya.
Karena itu, ia berharap pihak terkait, termasuk pengelola program pemerintah melalui Agrinas, berkoordinasi dengan pengurus sebelum memasok barang.
“Harapan kami, sebelum mendistribusikan barang-barang kebutuhan itu, ada koordinasi dengan pengurus, sehingga kita bisa menyampaikan apa kebutuhan-kebutuhan yang ada di wilayah kita,” katanya.
Ia menilai koordinasi diperlukan agar barang yang didistribusikan dapat terserap masyarakat. Pengurus di tingkat kelurahan diharapkan dapat memberikan masukan mengenai jenis produk yang perlu diprioritaskan berdasarkan kebutuhan warga.
Baca Juga: Menpora Soroti Dualisme Tiga Cabor, Atlet Jangan Jadi Korban
“Karena kalau kurang koordinasi, sayang barang masuk, tetapi tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing,” tegasnya.
Sebelumnya, KMP Gunung Bahagia telah menjalankan kegiatan usaha dan menjalin kerja sama dengan Perumda untuk penyediaan sejumlah kebutuhan pokok, seperti beras, minyak goreng, dan gula. Distribusi dilakukan melalui koordinasi dengan ketua RT agar kebutuhan warga di setiap wilayah dapat terdata.
Ramli berharap kepastian mekanisme operasional dan pasokan barang segera diperoleh. Dengan begitu, fasilitas yang telah tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat Gunung Bahagia. (*)
Editor : Ery Supriyadi