KALTIMPOST.ID-Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengancam permukiman warga di Balikpapan. Kali ini, kobaran api melanda kawasan hutan kota di Gunung Malang, RT 39, Kelurahan Klandasan Ilir, Minggu (18/10) sore.
Api yang terus merambat hingga mendekati rumah membuat warga panik. Sejumlah warga bergegas menyelamatkan barang berharga, sementara lainnya berupaya membantu memadamkan api agar tidak menjalar ke permukiman.
Suasana semakin mencekam ketika kobaran api kian mendekat. Tangis warga terdengar di tengah upaya penyelamatan barang dan pemadaman.
Petugas pemadam kebakaran tiba sekitar pukul 17.00 Wita. Namun, proses penanganan menghadapi kendala karena titik kebakaran berada di kawasan hutan kota yang tidak memiliki akses jalan memadai.
Baca Juga: Penumpang KMP Gajah Mada Diduga Lompat ke Laut di Balikpapan, Pencarian Tim SAR Hari Pertama Nihil
Komandan Regu Pemadam Kebakaran Hendra mengatakan, petugas terpaksa mencari jalur alternatif melalui sela-sela bangunan rumah warga untuk menjangkau lokasi.
“Memang tidak ada akses jalan karena lokasinya hutan kota. Kami mencoba menerobos lewat samping-samping rumah warga,” ujarnya.
Selain akses terbatas, keberadaan tembok tinggi turut menyulitkan pergerakan petugas. Selang pemadam harus disambungkan hingga sekitar 80 meter untuk mencapai titik api.
Pemadaman kemudian dilakukan dari tiga arah guna membatasi pergerakan api menuju kawasan permukiman. “Dari sisi sini, belakang, dan samping. Tadi ada tiga sisi yang melakukan pemadaman,” kata Hendra.
Sedikitnya tiga pos pemadam dikerahkan, yakni Pos Kota, Pos Tengah, dan Pos Utara. Luas lahan yang terbakar diperkirakan lebih dari setengah hektare.
Setelah sekitar dua jam penanganan, petugas akhirnya berhasil menguasai kobaran api. Peristiwa ini kembali memperlihatkan kerentanan kawasan permukiman yang berbatasan langsung dengan lahan berhutan, terutama ketika akses pemadaman terbatas. (rd)
Editor : Romdani.