Diskes Balikpapan Pastikan Puskesmas Siaga Ruang Oksigen dan Nebulizer Gratis

Dina Angelina • Dipublikasikan Senin, 26 Oktober 2026 | 17:19 WIB
Kepala Dinkes Balikpapan Alwiati memastikan seluruh fasilitas kesehatan tingkat pertama di wilayahnya siap melayani warga yang membutuhkan penanganan darurat ISPA, Senin (26/10/2026). (FOTO: ANGGI PRADITHA/KP)
Kepala Dinkes Balikpapan Alwiati memastikan seluruh fasilitas kesehatan tingkat pertama di wilayahnya siap melayani warga yang membutuhkan penanganan darurat ISPA, Senin (26/10/2026). (FOTO: ANGGI PRADITHA/KP)

BALIKPAPAN — Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Balikpapan mencatat penurunan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sepanjang dua bulan terakhir. Berdasarkan data puskesmas, jumlah kasus ISPA yang sempat mencapai 7.773 kasus pada September, turun menjadi 6.157 kasus pada Oktober 2026.

​Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Alwiati menilai, penurunan tersebut tidak terlepas dari tingginya kesadaran masyarakat dalam melakukan antisipasi dini, seperti menggunakan masker serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

​Selain itu, penurunan ini juga ditunjang oleh kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang sebelumnya diarahkan oleh Wali Kota Balikpapan guna melindungi anak-anak dari paparan asap.

​"Dominasi kasus ISPA memang banyak pada anak-anak karena sangat rentan. Tapi tidak menutup kemungkinan orang dewasa dan lansia juga harus tetap berjaga supaya tidak terpapar ISPA," ujar Alwiati, Senin (26/10/2026).

​Sebagai langkah antisipasi lanjutan, Diskes telah menginstruksikan seluruh puskesmas di Kota Balikpapan untuk menyiapkan ruang oksigen beserta fasilitas pendukungnya. Setiap puskesmas wajib memastikan ketersediaan tabung oksigen dan alat nebulizer.

​"Sehingga jika ada kasus di wilayahnya bisa segera ditangani. Ini gratis bisa digunakan bagi siapa pun yang membutuhkan," tegasnya.

​Kendati kasus ISPA menunjukkan tren penurunan, Alwi bersyukur hingga saat ini belum ada laporan terkait kasus pneumonia berat yang berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). ​"Kalau ISPA kan bisa terkait dengan penyakit yang lain," pungkasnya.

​Diskes mengimbau seluruh masyarakat Kota Balikpapan untuk terus menjaga kesehatan secara mandiri serta disiplin mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah. (*)

Editor : Ismet Rifani
Diskes Kota Balikpapan kasus ISPA menurun puskesmas siaga ruang oksigen alwiyati