Stok Darah PMI Balikpapan: Target 2.000 Kantong Per Bulan

Dina Angelina • Dipublikasikan Senin, 2 November 2026 | 13:26 WIB
STOK: Petugas medis PMI Balikpapan sedang mengelola stok kantong darah untuk kebutuhan masyarakat total 2.000 kantong darah per bulan.
STOK: Petugas medis PMI Balikpapan sedang mengelola stok kantong darah untuk kebutuhan masyarakat total 2.000 kantong darah per bulan.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Palang Merah Indonesia (PMI) Balikpapan memastikan ketersediaan kantong darah tetap aman untuk memenuhi kebutuhan bulanan. Saat ini, PMI mampu mencukupi target kebutuhan sebanyak 2.000 kantong darah setiap bulannya.

Ketua PMI Balikpapan, Zulkifli, menyatakan bahwa pihaknya tidak hanya melayani kebutuhan lokal di Balikpapan. Mereka juga siap menyalurkan stok darah ke daerah lain seperti Samarinda, wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN), hingga Kalimantan Selatan, jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Baca Juga: Wakapolda Kaltim Kunjungi Uniba, Rendi Tegaskan Pentingnya Kemitraan Strategis Kampus

"Perolehan kantong darah kita dari kebutuhan 2.000 per bulan masih relatif terpenuhi. Ketika kita ada stok lebih dan dibutuhkan, bahkan sampai Kalsel. Sewaktu-waktu mereka butuhkan kita juga akan kirim ke sana," ujar Zulkifli, Senin (2/11/2026).

Zulkifli menjelaskan bahwa sistem distribusi ini dilakukan untuk menjaga kualitas darah karena memiliki batas masa simpan. Darah yang diambil biasanya memiliki masa pakai efektif di bawah 14 hari sehingga harus dikelola dengan perputaran yang cepat.

Menurut Zulkifli, manajemen stok darah harus dilakukan secara cermat agar tidak terjadi pemborosan kantong darah. Pihaknya berupaya agar donor yang diberikan masyarakat dapat tersalurkan dengan baik sebelum masa simpannya habis.

Baca Juga: Pasangan di Balikpapan Barat Ditangkap, Tujuh Paket Sabu Disita

"Tentu berbagi tidak masalah karena darah juga ada masa kedaluwarsa. Jadi kita juga harus memutar, jangan sampai masyarakat sudah donor tidak termanfaatkan dengan optimal," jelasnya.

Selain kebutuhan umum, PMI Balikpapan memberikan perhatian khusus bagi pasien penderita thalassemia. Pasien tersebut membutuhkan transfusi rutin setiap dua minggu sekali, sehingga stok harus dipastikan selalu tersedia.

Untuk menjaga stabilitas stok, PMI menjalankan berbagai strategi seperti bekerja sama dengan instansi pemerintah, TNI-Polri, hingga perusahaan swasta, seperti kegiatan dari KORPRI maupun Brimob.

"Kami juga punya program jemput bola melalui kegiatan donor darah ke perusahaan menjadi salah satu kunci keberhasilan memenuhi target," sebutnya.

Zulkifli menambahkan bahwa hingga saat ini, PMI Balikpapan belum pernah mengalami kendala kekurangan stok yang mengharuskan mereka mencari bantuan ke daerah lain. Seluruh kebutuhan darah, baik golongan darah A, B, O, maupun AB, dinilai masih dalam kondisi seimbang dan tercukupi. (*)

Editor : Duito Susanto
PMI Balikpapan stok darah IKN kaltim kesehatan