Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Angka Stunting Berau Masih Tinggi, PKK Diminta Aktif Tingkatkan Kunjungan Posyandu

Romdani. • Kamis, 21 Mei 2026 | 19:17 WIB
Maulidiyah (dua kiri).
Maulidiyah (dua kiri).

KALTIMPOST.ID-Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Berau diminta terus aktif mendukung penanganan stunting dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kunjungan balita ke posyandu.

Hal tersebut disampaikan Asisten III Sekkab Berau Maulidiyah, saat menghadiri Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 tingkat Berau tahun 2026 di ruang RPJMD Bapelitbang Berau, Kamis (21/5).

Ia mengapresiasi peran aktif TP PKK Berau yang dinilai konsisten mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam peningkatan kesejahteraan keluarga dan pemberdayaan masyarakat.

“Semoga ke depan PKK semakin konsisten dalam menata kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat melalui pokja-pokja,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Maulidiyah menyoroti persoalan stunting yang masih menjadi tantangan serius di Kabupaten Berau.

Baca Juga: Banjir Kiriman dari Mahulu Rendam Kecamatan Tering, Jalur Poros Kubar-Mahulu Mulai Tergenang

Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Berau tercatat mencapai 23,4 persen. Angka tersebut mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya dan masih berada di atas rata-rata nasional yang berada di kisaran 20 persen. “Angka stunting kita masih tinggi dan harus menjadi perhatian bersama,” katanya.

Sementara itu, berdasarkan data Sistem Informasi Gizi dan Keluarga tahun 2025, jumlah balita di Berau mencapai 23.105 anak. Namun, balita yang rutin dipantau tumbuh kembangnya baru sekitar 40 persen.

Menurutnya, rendahnya kunjungan balita ke posyandu menjadi salah satu persoalan yang harus segera ditangani bersama.

Karena itu, TP PKK diminta aktif mendorong masyarakat agar rutin membawa anak ke posyandu untuk memantau pertumbuhan dan kesehatan balita. “Kunjungan balita ke posyandu masih rendah dan harus ditingkatkan agar tumbuh kembang anak bisa dipantau,” jelasnya.

Ia menegaskan, penanganan stunting menjadi salah satu indikator penting keberhasilan pembangunan bidang kesehatan di daerah.

Selain fokus pada kesehatan keluarga, TP PKK juga diharapkan aktif mendukung program pemberdayaan masyarakat lainnya, seperti penguatan ekonomi keluarga, ketahanan pangan, peningkatan minat baca, hingga pemberdayaan perempuan.

Menurut Maulidiyah, kualitas sumber daya manusia yang unggul dan produktif lahir dari keluarga yang sehat dan sejahtera. Karena itu, keberadaan PKK dan layanan posyandu dinilai memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menciptakan keluarga mandiri dan berkualitas.

Pemkab Berau berharap TP PKK terus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai program pembinaan hingga tingkat kampung, sekaligus mampu meningkatkan prestasi organisasi di tingkat provinsi maupun nasional. (aja/kpg/rd)

Editor : Romdani.
#Bupati Berau Sri Juniarsih #penajam paser utara #ibu kota nusantara #Gubernur Kaltim Rudi Masud #Kutai Barat