BLK Berau Belum Beroperasi, Pemkab Janji Lengkapi Fasilitas dan SDM pada 2027

Redaksi KP • Dipublikasikan Kamis, 28 Mei 2026 | 19:11 WIB
BAKAL DIANGGARKAN: Pemkab Berau berencana menganggarkan fasilitas penunjang di BLK pada tahun 2027 mendatang. (IZZA/BP)
BAKAL DIANGGARKAN: Pemkab Berau berencana menganggarkan fasilitas penunjang di BLK pada tahun 2027 mendatang. (IZZA/BP)

TANJUNG REDEB – Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Berau telah rampung dibangun secara fisik. Namun hingga kini fasilitas tersebut belum dapat dioperasikan karena masih terkendala sarana penunjang dan kesiapan sumber daya manusia (SDM).

Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengatakan kendala utama saat ini bukan lagi pembangunan gedung, melainkan pengadaan fasilitas pelatihan serta kesiapan tenaga instruktur di dalam BLK.

“Bangunan itu secara fisik sudah selesai. Tinggal bagaimana melengkapi fasilitas di dalamnya, termasuk kesiapan tenaga instruktur,” ujarnya, Senin (25/5).

Baca Juga: Letkol Inf Muhammad Faisal Idris Resmi Jabat Dandim 0902/Berau Gantikan Kolonel Wirahady

Pemkab Berau berencana mengalokasikan anggaran melalui APBD 2027 untuk melengkapi fasilitas BLK. Namun, besaran anggaran masih menunggu pembahasan postur keuangan daerah secara keseluruhan.

“Insyaallah untuk APBD 2027 akan dianggarkan fasilitas penunjang di BLK,” katanya.

Menurut Gamalis, keberadaan BLK sangat penting untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal agar mampu bersaing di dunia industri. Karena itu, sarana pelatihan dan program pengembangan keterampilan harus dipersiapkan secara matang.

“Karena itu menyangkut kesiapan tenaga kerja kita,” tegasnya.

Terkait tenaga pelatih, Gamalis menyebut Berau masih memiliki sumber daya lokal yang cukup baik. Namun, jika diperlukan tambahan instruktur, pemerintah membuka peluang mendatangkan tenaga pelatih dari luar daerah.

Baca Juga: Jelang Iduladha, Pengawasan Distribusi BBM di Berau Diperketat, Pertamina Pastikan Stok Aman

“Kalau memang masih kurang, dari luar juga tidak apa-apa,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, mendorong percepatan pengoperasian BLK agar segera dimanfaatkan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal, khususnya di sektor pertambangan.

Menurutnya, persoalan ketenagakerjaan di Berau bukan hanya soal ketersediaan lapangan kerja, tetapi juga kesiapan SDM yang masih kalah bersaing karena minim keterampilan teknis sesuai kebutuhan industri.

“Permasalahan kita sebenarnya bukan hanya lapangan kerja, tetapi kesiapan SDM. Masyarakat kita kalah bersaing karena keahlian yang dibutuhkan industri belum banyak dimiliki,” ujarnya.

Ia menegaskan BLK harus difungsikan sebagai pusat pelatihan keterampilan teknis yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan, seperti pengoperasian alat berat dan kompetensi lainnya di sektor pertambangan.

“Kita ingin BLK itu bukan sekadar tempat pelatihan, tetapi juga memiliki kerja sama langsung dengan perusahaan. Jadi setelah masyarakat mendapat pengalaman dan keahlian, mereka bisa langsung terserap bekerja,” pungkasnya.

Editor : Muhammad Ridhuan
BLK Berau sektor pertambangan Berau DPRD Berau gamalis