Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Program Semut Narsis Berau Raih Apresiasi Nasional, Pemkab Targetkan 20 Kampung Bebas TBC

Redaksi KP • Kamis, 28 Mei 2026 | 19:23 WIB
Asisten III Setkab Berau, Maulidiyah.
Asisten III Setkab Berau, Maulidiyah.

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau terus memperkuat percepatan eliminasi tuberkulosis (TBC) melalui inovasi dan kolaborasi lintas sektor. Salah satu program unggulan yang kini mendapat perhatian nasional adalah Semarak Temukan Terduga dan Kasus Tuberkulosis atau Semut Narsis.

Asisten III Setkab Berau, Maulidiyah, mengatakan program tersebut mendapat apresiasi saat dipresentasikan dalam Rapat Koordinasi Pusat dan Daerah (Rakorpusda) TBC pada 11 Mei lalu.

Baca Juga: BLK Berau Belum Beroperasi, Pemkab Janji Lengkapi Fasilitas dan SDM pada 2027

“Di sana ada kolaborasi antara Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, termasuk juga PPTI yaitu Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia,” ujarnya.

Menurut Maulidiyah, inovasi Semut Narsis dinilai menarik karena tidak hanya berfokus pada pengobatan pasien, tetapi juga memperkuat deteksi dini, pendampingan, hingga memastikan pasien menjalani pengobatan sampai sembuh.

“Alhamdulillah, inovasi Semut Narsis mendapat apresiasi. Banyak daerah lain yang bertanya kenapa Berau bisa menerapkan program seperti ini,” katanya.

Program tersebut bahkan telah memperoleh hak cipta dari Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM.

Saat ini, Pemkab Berau menargetkan terbentuknya 20 kampung bebas TBC pada 2026. Hingga kini, Kampung Pulau Besing di Kecamatan Gunung Tabur telah lebih dulu dinyatakan sebagai kampung bebas TBC.

Maulidiyah menjelaskan, istilah bebas TBC bukan berarti tidak ada kasus sama sekali di wilayah tersebut. Namun seluruh pasien yang ditemukan telah mendapatkan penanganan dan pendampingan hingga sembuh.

Baca Juga: Balikpapan Jadi Tuan Rumah IEE Series 2026, Bakal Hadirkan Pameran Internasional Tambang, Migas, dan Konstruksi di BSCC Dome

“Bebas TBC itu bukan berarti tidak ada kasus sama sekali. Masih ada beberapa, tetapi semuanya didampingi sampai sembuh,” jelasnya.

Ia menegaskan penanganan TBC harus dilakukan secara serius karena penyakit tersebut mudah menular, terutama di lingkungan keluarga. Karena itu, screening terhadap anggota keluarga pasien menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran lebih luas.

Selain melibatkan organisasi perangkat daerah, Pemkab Berau juga mendorong keterlibatan Tim Penggerak PKK dan kader posyandu dalam mendukung upaya penanganan TBC di masyarakat.

Menurutnya, posyandu memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan sejak dini.

“Kalau datang ke posyandu bisa diperiksa. Saat ini mungkin baru sekitar 40 persen yang datang, kita harapkan bisa meningkat menjadi 60 persen,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Berau, Sri Juniarsih, menegaskan penanggulangan TBC membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk dunia usaha dan generasi muda.

“Jangan ada lagi stigma. Penderita TB harus kita dukung, bukan dijauhi. Dengan dukungan yang baik, pengobatan akan lebih optimal,” tegasnya.

Editor : Muhammad Ridhuan
#Semut Narsis Berau #kampung bebas TBC #inovasi penanganan TBC #sri juniarsih