TANJUNG REDEB – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau terus mendorong Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) agar lebih aktif menjalankan usaha dan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Kampung (PAK).
Kepala DPMK Berau, Tenteram Rahayu, mengatakan saat ini terdapat 99 BUMK di Kabupaten Berau. Namun, baru 41 unit yang telah memiliki badan hukum dan sekitar 30 BUMK yang aktif menjalankan kegiatan usaha.
“Jumlah BUMK di Berau ada 99 unit, sedangkan yang sudah berbadan hukum sebanyak 41,” ujarnya.
Baca Juga: Survei YKAN dan DKP Kaltim: 26 Pantai Peneluran Penyu di Berau Masih Sangat Aman
Menurutnya, salah satu tantangan utama yang dihadapi BUMK saat ini adalah keterbatasan kualitas sumber daya manusia (SDM) pengelola, terutama dalam kemampuan manajemen usaha dan administrasi.
Karena itu, DPMK terus melakukan pendampingan melalui pembinaan administrasi, pelatihan pengelolaan usaha, hingga mendorong penyelesaian legalitas badan hukum setiap BUMK.
Ia menjelaskan, pemerintah kampung kini juga lebih selektif dalam memberikan penyertaan modal kepada BUMK. Setiap bantuan modal harus disertai evaluasi terhadap perkembangan usaha dan laporan penggunaan dana sebelumnya.
“Pemerintah kampung juga harus memantau bagaimana usaha dan perkembangan usaha itu sendiri, sehingga setiap tahun bisa diberikan modal lagi dari daerah,” katanya.
Baca Juga: Program Semut Narsis Berau Raih Apresiasi Nasional, Pemkab Targetkan 20 Kampung Bebas TBC
Meski masih menghadapi berbagai kendala, perkembangan sejumlah BUMK di Berau mulai menunjukkan tren positif. Pada tahun lalu, tercatat sebanyak 39 BUMK telah memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Kampung.
“Kontribusi itu menjadi sinyal positif bahwa keberadaan BUMK memiliki potensi besar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat kampung,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Kampung Pegat Bukur, Suharyadi Kusuma, menyebut Pendapatan Asli Kampung di wilayahnya meningkat hampir 200 persen, dari sekitar Rp50 juta menjadi Rp103 juta pada tahun lalu. Peningkatan tersebut ditopang keberadaan BUMK Batu Bual Sejahtera.
“PAK Kampung Pegat Bukur tahun lalu mencapai Rp103 juta. Naik hampir 200 persen,” ujarnya.
Saat ini, BUMK Batu Bual Sejahtera memiliki sekitar 10 unit usaha, mulai dari pengolahan kompos, peternakan ayam, jasa angkut, hingga pengadaan material.
BUMK tersebut juga telah menyerap 25 tenaga kerja dengan upah sesuai UMK Berau serta menjalankan program beasiswa bagi masyarakat kampung.
“Kami menyalurkan beasiswa kepada keluarga yang ingin sekolah. Ke depan kuotanya akan terus ditambah karena kami ingin semua anak bisa berpendidikan,” jelasnya.
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau terus mendorong Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) agar lebih aktif menjalankan usaha dan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Kampung (PAK).
Kepala DPMK Berau, Tenteram Rahayu, mengatakan saat ini terdapat 99 BUMK di Kabupaten Berau. Namun, baru 41 unit yang telah memiliki badan hukum dan sekitar 30 BUMK yang aktif menjalankan kegiatan usaha.
“Jumlah BUMK di Berau ada 99 unit, sedangkan yang sudah berbadan hukum sebanyak 41,” ujarnya.
Menurutnya, salah satu tantangan utama yang dihadapi BUMK saat ini adalah keterbatasan kualitas sumber daya manusia (SDM) pengelola, terutama dalam kemampuan manajemen usaha dan administrasi.
Karena itu, DPMK terus melakukan pendampingan melalui pembinaan administrasi, pelatihan pengelolaan usaha, hingga mendorong penyelesaian legalitas badan hukum setiap BUMK.
Ia menjelaskan, pemerintah kampung kini juga lebih selektif dalam memberikan penyertaan modal kepada BUMK. Setiap bantuan modal harus disertai evaluasi terhadap perkembangan usaha dan laporan penggunaan dana sebelumnya.
“Pemerintah kampung juga harus memantau bagaimana usaha dan perkembangan usaha itu sendiri, sehingga setiap tahun bisa diberikan modal lagi dari daerah,” katanya.
Meski masih menghadapi berbagai kendala, perkembangan sejumlah BUMK di Berau mulai menunjukkan tren positif. Pada tahun lalu, tercatat sebanyak 39 BUMK telah memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Kampung.
“Kontribusi itu menjadi sinyal positif bahwa keberadaan BUMK memiliki potensi besar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat kampung,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Kampung Pegat Bukur, Suharyadi Kusuma, menyebut Pendapatan Asli Kampung di wilayahnya meningkat hampir 200 persen, dari sekitar Rp50 juta menjadi Rp103 juta pada tahun lalu. Peningkatan tersebut ditopang keberadaan BUMK Batu Bual Sejahtera.
“PAK Kampung Pegat Bukur tahun lalu mencapai Rp103 juta. Naik hampir 200 persen,” ujarnya.
Saat ini, BUMK Batu Bual Sejahtera memiliki sekitar 10 unit usaha, mulai dari pengolahan kompos, peternakan ayam, jasa angkut, hingga pengadaan material.
BUMK tersebut juga telah menyerap 25 tenaga kerja dengan upah sesuai UMK Berau serta menjalankan program beasiswa bagi masyarakat kampung.
“Kami menyalurkan beasiswa kepada keluarga yang ingin sekolah. Ke depan kuotanya akan terus ditambah karena kami ingin semua anak bisa berpendidikan,” jelasnya.
Editor : Muhammad Ridhuan