KALTIMPOST.ID-Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau terus memperkuat upaya menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas sampah.
Salah satu langkah yang kembali didorong adalah mengaktifkan budaya gotong royong di tingkat rukun tetangga (RT) serta mengintensifkan pelaksanaan program Jumat Bersih di seluruh wilayah permukiman.
Kepala DLHK Berau Zulkifli Azhari mengatakan, keberhasilan menjaga kebersihan lingkungan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.
Menurutnya, kegiatan gotong royong yang dilakukan secara rutin dapat menjadi solusi efektif untuk mengatasi berbagai persoalan lingkungan, termasuk penumpukan sampah dan saluran drainase yang tersumbat.
“Penerapan lingkungan yang bersih dan bebas sampah harus dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu tingkat RT. Karena itu, kami mendorong kegiatan gotong royong kembali digalakkan agar kondisi lingkungan dan drainase tetap terkontrol,” ujarnya.
Ia menjelaskan, banyak kasus genangan air yang terjadi saat hujan disebabkan oleh saluran drainase yang dipenuhi sampah maupun sedimentasi.
Kondisi tersebut menghambat aliran air dan berpotensi memicu banjir di kawasan permukiman jika tidak segera ditangani.
Melalui kegiatan gotong royong yang melibatkan warga secara langsung, pembersihan drainase dapat dilakukan secara berkala.
Selain menjaga kebersihan lingkungan, langkah tersebut dinilai efektif untuk mencegah munculnya genangan air di jalan maupun kawasan perumahan.
“Ketika drainase rutin dibersihkan, aliran air akan berjalan lancar. Dampaknya tidak hanya membuat lingkungan lebih bersih, tetapi juga dapat menekan risiko genangan saat hujan turun,” jelasnya.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, DLHK Berau berencana kembali mengoptimalkan program Jumat Bersih yang selama ini menjadi salah satu gerakan kebersihan berbasis masyarakat.
Program itu diharapkan menjadi momentum bagi warga untuk bersama-sama membersihkan jalan lingkungan, drainase, hingga fasilitas umum.
Baca Juga: Transisi Coretax di Samarinda Tuai Keluhan
Zulkifli menilai budaya menjaga kebersihan harus terus ditanamkan agar menjadi kebiasaan sehari-hari.
Dengan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, lingkungan yang sehat dan nyaman akan lebih mudah diwujudkan.
DLHK juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. Menurutnya, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya melalui pengangkutan oleh petugas kebersihan, tetapi memerlukan kesadaran dan partisipasi aktif warga.
“Melalui penguatan gotong royong dan Jumat Bersih, kami optimistis kualitas lingkungan permukiman akan semakin baik. Selain menciptakan kawasan yang bersih dan indah, langkah ini juga menjadi upaya mencegah banjir, menjaga kesehatan masyarakat, serta meningkatkan kenyamanan hidup warga,” pungkasnya. (aky/kpg/rd)
Editor : Romdani.