KALTIMPOST.ID-Di ujung pesisir selatan Berau, Kecamatan Bidukbiduk telah lama dikenal sebagai salah satu gerbang wisata andalan Kaltim.
Pantai berpasir putih, laut yang jernih, hingga akses menuju berbagai destinasi wisata bahari membuat kawasan ini tak pernah sepi dari kunjungan wisatawan.
Namun di balik pesona alam tersebut, masih ada satu harapan yang belum terwujud. Sebuah galeri oleh-oleh yang mampu menjadi rumah bersama bagi produk-produk unggulan masyarakat.
Harapan itu kembali mengemuka setelah Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau mendorong setiap kecamatan wisata memiliki pusat oleh-oleh yang terintegrasi. Gagasan tersebut disambut positif Pemerintah Kecamatan Bidukbiduk.
Camat Bidukbiduk Cipto Supratmono mengaku keberadaan galeri oleh-oleh telah lama menjadi impian pemerintah kecamatan.
Baca Juga: Stefan Keeltjes Resmi Bertahan di Kendal Tornado FC, Bidik Promosi ke Liga 1 Musim 2026/27
Menurutnya, wisatawan yang datang selama ini masih kesulitan menemukan lokasi khusus yang menyediakan beragam produk khas daerah dalam satu tempat. “Itu menjadi salah satu mimpi kami,” ujarnya.
Bagi Cipto, galeri oleh-oleh bukan sekadar bangunan tempat berjualan. Kehadirannya dapat menjadi etalase yang memperkenalkan identitas Bidukbiduk kepada para pengunjung.
Wisatawan tidak hanya membawa pulang foto keindahan pantai, tetapi juga produk khas yang menjadi karya masyarakat setempat.
Meski demikian, jalan menuju terwujudnya galeri tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan. Hingga kini belum tersedia lahan maupun bangunan yang representatif untuk dijadikan pusat pemasaran produk lokal. Keterbatasan anggaran juga menjadi kendala dalam penyediaan sarana dan prasarana pendukung.
Di sisi lain, penguatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga menjadi pekerjaan rumah yang tidak kalah penting.
Menurut Cipto, para pelaku usaha masih membutuhkan pembinaan berkelanjutan, mulai dari pengemasan produk, perizinan usaha, pemasaran, hingga pemanfaatan teknologi digital. “Pendampingan UMKM sangat diperlukan,” tegasnya.
Harapan serupa disampaikan Kepala Diskoperindag Berau Eva Yunita. Menurutnya, pusat oleh-oleh memiliki peran strategis dalam meningkatkan nilai ekonomi sektor pariwisata.
Wisatawan yang datang tidak hanya menikmati destinasi, tetapi juga terdorong membelanjakan uangnya untuk produk lokal.
Bidukbiduk sendiri memiliki sejumlah komoditas unggulan yang layak dipasarkan lebih luas, seperti minyak kelapa dan berbagai produk kerajinan kriya. Produk-produk tersebut dinilai memiliki daya tarik tersendiri sebagai buah tangan khas daerah.
Karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, BUM Kampung, BUKM Kampung, dan pelaku UMKM menjadi kunci penting.
Jika terwujud, galeri oleh-oleh tidak hanya menjadi pusat belanja wisatawan, tetapi juga simbol tumbuhnya ekonomi lokal yang bertumpu pada kreativitas masyarakat pesisir Berau. (rd)
Editor : Romdani.