Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Status Tsunami Berakhir, Wabup Berau Minta Warga Pesisir Tetap Waspada Pascagempa Magnitudo  7,7 di Filipina

Romdani. • Selasa, 9 Juni 2026 | 20:07 WIB
Wakil Bupati Berau, Gamalis. (IZZA/BP)
Wakil Bupati Berau, Gamalis. (IZZA/BP)

TANJUNG REDEB-Wakil Bupati Berau Gamalis mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di wilayah pesisir, untuk tetap meningkatkan kewaspadaan pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah selatan Filipina beberapa waktu lalu.

Meski peringatan dini tsunami yang sempat dikeluarkan telah dicabut oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), masyarakat diminta tidak lengah dan tetap mengikuti perkembangan informasi kebencanaan dari sumber resmi.

Gamalis menegaskan, warga tidak perlu panik dan dapat kembali beraktivitas seperti biasa. Namun, kesiapsiagaan tetap perlu dijaga mengingat wilayah pesisir memiliki kerentanan terhadap berbagai potensi bencana alam. “Yang terpenting adalah tetap memantau informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah,” ujar Gamalis.

Menurutnya, kewaspadaan masyarakat harus dibarengi dengan langkah mitigasi yang terencana. Karena itu, pemerintah kecamatan hingga aparat kampung diminta aktif memberikan edukasi kebencanaan kepada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

Baca Juga: Kodam VI/Mulawarman dan Satsiber TNI Perkuat Sinergi Pentahelix untuk Bangun Kedaulatan Siber Nasional

Ia menilai sosialisasi mengenai prosedur penyelamatan diri dan penanganan keadaan darurat perlu dilakukan secara berkelanjutan. Dengan demikian, masyarakat memiliki pemahaman yang memadai apabila sewaktu-waktu terjadi peningkatan status kebencanaan.

“Status tsunami memang telah dicabut, tetapi masyarakat tetap harus waspada. Edukasi dan sosialisasi terkait langkah-langkah penyelamatan diri harus terus dilakukan,” tegasnya.

Selain itu, Gamalis meminta pemerintah kecamatan, terutama yang berada di kawasan pesisir, memastikan kesiapan jalur evakuasi dan titik kumpul aman. Kejelasan informasi mengenai lokasi evakuasi dinilai penting untuk meminimalkan risiko dan melindungi keselamatan masyarakat.

Sebelumnya, gempa bumi magnitudo 7,7 yang terjadi pada Senin (8/6) sempat memicu peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Berau. Menyikapi kondisi tersebut, BPBD Berau bersama instansi terkait melakukan pemantauan dan koordinasi intensif.

Baca Juga: Resmi Jadi Anggota KONI Kaltim, IBCA MMA Siap Cetak Atlet dan Kekuatan Baru di Kaltim

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau Hermansyah mengatakan status waspada yang sempat diberlakukan telah resmi dicabut setelah adanya pembaruan informasi dari BMKG. Kondisi saat ini dinyatakan aman. “Status itu sudah dicabut dan dinyatakan berakhir sejak pukul 11.26 Wita,” ujarnya.

Meski demikian, BPBD bersama unsur gabungan tetap melakukan pemantauan lapangan dan mengimbau masyarakat pesisir untuk terus mengawasi kondisi laut serta segera melaporkan apabila terjadi perubahan muka air yang tidak wajar.

Sementara itu, Kepala BMKG Berau Ade Heryadi memastikan kondisi saat ini aman untuk aktivitas masyarakat. Namun, ia mengingatkan warga, khususnya nelayan dan pelaku aktivitas laut, agar rutin memperbarui informasi cuaca dan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi perubahan kondisi alam. (aky/kpg/rd)

Editor : Romdani.
#gempa filipina #Bupati Berau Sri Juniarsih #penajam paser utara #ibu kota nusantara #Kutai Barat