Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Cakupan JKN di Berau Belum Maksimal, Pemkab Soroti Faktor Ekonomi dan Keaktifan Peserta BPJS Kesehatan

Romdani. • Kamis, 11 Juni 2026 | 18:49 WIB
Forum Komunikasi dan Forum Kemitraan BPJS Kesehatan yang digelar di Ruang Rapat Kakaban Setkab Berau, Kamis (11/6). (FOTO IZZA/BP)
Forum Komunikasi dan Forum Kemitraan BPJS Kesehatan yang digelar di Ruang Rapat Kakaban Setkab Berau, Kamis (11/6). (FOTO IZZA/BP)

KALTIMPOST.ID-Pemkab Berau menilai cakupan kepesertaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) masih menghadapi sejumlah tantangan.

Selain perluasan jumlah peserta, keberlangsungan status kepesertaan aktif dan kualitas pelayanan kesehatan juga menjadi perhatian pemerintah daerah.

Hal tersebut disampaikan Asisten I Sekkab Berau Hendratno dalam Forum Komunikasi dan Forum Kemitraan BPJS Kesehatan yang digelar di Ruang Rapat Kakaban Setkab Berau, Kamis (11/6).

Menurutnya, forum tersebut memiliki peran strategis sebagai wadah evaluasi sekaligus penguatan koordinasi antara pemerintah daerah dan BPJS Kesehatan dalam memastikan program JKN berjalan optimal dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

“Penyelenggaraan JKN merupakan pilar penting untuk menjamin masyarakat memperoleh perlindungan kesehatan yang layak tanpa terbebani biaya pengobatan yang berat,” ujarnya.

Baca Juga: IEE Series Balikpapan 2026 Perdana Digelar di Luar Jawa,  Hadirkan 100 Perusahaan dan 200 Merek dari 10 Negara, Didukung Pembangunan IKN

Meski demikian, Hendratno mengakui masih terdapat sejumlah kendala yang memengaruhi tingkat kepesertaan masyarakat.

Salah satu faktor utama adalah kondisi ekonomi yang turut memengaruhi kemampuan warga dalam mempertahankan status kepesertaan aktif.

Kenaikan harga kebutuhan pokok dan tekanan terhadap daya beli masyarakat disebut menjadi tantangan tersendiri.

Kondisi tersebut menyebabkan sebagian warga belum terdaftar sebagai peserta JKN atau tidak lagi aktif karena kendala pembayaran iuran.

“Itu menjadi bagian dari tantangan pembangunan manusia secara menyeluruh, termasuk bagaimana kita menjaga kualitas hidup masyarakat Berau,” katanya.

Baca Juga: Balikpapan Dipilih Jadi Tuan Rumah Perdana IEE Series di Luar Jakarta, Didukung Sektor Energi dan IKN

Selain persoalan kepesertaan, pemerintah daerah juga menyoroti kualitas pelayanan di fasilitas kesehatan. Hendratno menegaskan bahwa seluruh tenaga kesehatan dan aparatur pelayanan publik harus memiliki komitmen untuk memberikan layanan yang responsif, cepat, dan tidak diskriminatif kepada masyarakat.

Menurutnya, berbagai regulasi yang telah disusun perlu diimplementasikan dengan mempertimbangkan kondisi riil masyarakat di lapangan.

Evaluasi terhadap pelayanan kesehatan juga harus dilakukan secara berkelanjutan agar kendala administratif tidak menghambat akses warga terhadap layanan kesehatan. (aja/kpg/rd)

Editor : Romdani.
#gubernur kaltim rudy mas'ud #Bupati Berau Sri Juniarsih #penajam paser utara #jaminan kesehatan nasional (jkn) #BPJS Kesehatan 2026