Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Pemkab Berau Gandeng Yayasan Penyu Indonesia Kelola Pulau Balembangan Berau, Fokus Perkuat Konservasi Penyu

Romdani. • Rabu, 17 Juni 2026 | 19:35 WIB
Pengelolaan Pulau Balembangan, Maratua dikerjasamakan dengan YPI. (FOTO SENO/BP)
Pengelolaan Pulau Balembangan, Maratua dikerjasamakan dengan YPI. (FOTO SENO/BP)

KALTIMPOST.ID-Pemkab Berau melalui Dinas Perikanan menggandeng Yayasan Penyu Indonesia (YPI) untuk mengelola Pulau Balembangan di Kecamatan Maratua.

Kerja sama tersebut dilakukan guna memperkuat upaya konservasi penyu sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir yang menjadi habitat satwa dilindungi tersebut.

Pulau Balembangan merupakan salah satu pulau terluar di Kabupaten Berau yang dikenal sebagai lokasi pendaratan dan tempat bertelurnya penyu.

Meski tidak berpenghuni dan tidak dibuka sebagai destinasi wisata umum, kawasan ini memiliki nilai ekologis yang penting bagi pelestarian keanekaragaman hayati laut.

Pejabat Fungsional Dinas Perikanan Berau, Budi, mengatakan kolaborasi dengan YPI dilakukan karena pengelolaan konservasi laut saat ini sebagian besar menjadi kewenangan Pemprov Kaltim.

Baca Juga: Hyatt Place Semarang Hadir di POJ City, Siapkan 154 Kamar dan Lengkapi Ekosistem Bisnis hingga Hospitality

Di sisi lain, diperlukan lembaga yang memiliki pengalaman dan kapasitas dalam menjaga kawasan konservasi secara berkelanjutan.

“Program yang dijalankan memang fokus pada perlindungan pulau dan konservasi penyu yang ada di sana,” ujarnya, Rabu (17/6).

Menurutnya, seluruh aktivitas yang berkaitan dengan kunjungan ke Pulau Balembangan nantinya akan dikoordinasikan bersama YPI.

Langkah tersebut dilakukan agar setiap kegiatan yang masuk ke kawasan pulau tetap memerhatikan prinsip-prinsip konservasi dan tidak mengganggu habitat penyu.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa secara administratif Pulau Balembangan tetap menjadi bagian dari wilayah Berau. Kerja sama yang dilakukan hanya berkaitan dengan pengelolaan konservasi dan perlindungan ekosistem.

“Pulau itu tetap milik Berau secara administratif, sedangkan pengelolaan konservasinya dilakukan bersama Yayasan Penyu Indonesia,” jelasnya.

Baca Juga: PLN ULP Melak Lakukan Pemeliharaan Jaringan 20 KV, Sejumlah Wilayah di Kubar Mengalami Pemadaman Sementara

Kepala Dinas Perikanan Berau Abdul Majid menambahkan, pelibatan YPI juga didukung Pemprov Kaltim. Yayasan tersebut dinilai memiliki rekam jejak yang baik dalam pengelolaan kawasan konservasi penyu di Berau, termasuk di Pulau Bilang-Bilangan dan Pulau Mataha.

Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi modal penting untuk menjaga keberlanjutan habitat penyu di Pulau Balembangan. Terlebih, kawasan itu menjadi lokasi bertelurnya dua spesies penyu dilindungi, yakni penyu hijau dan penyu sisik.

“Kalau secara administratif pulau itu tetap milik Berau, tetapi pengelolaan konservasinya dilakukan oleh pihak yang memiliki pengalaman di bidang tersebut,” katanya. (sen/kpg/rd)

Editor : Romdani.
#konservasi pe #Bupati Berau Sri Juniarsih #penajam paser utara #Pulau maratua #Kutai Barat