KALTIMPOST.ID-Pemkab Berau terus berupaya memperluas akses pendidikan hingga ke wilayah pedalaman. Salah satu langkah yang dilakukan tahun ini adalah merealisasikan pembangunan SD filial di kawasan Semindal, Kampung Biatan Ilir, Kecamatan Biatan, setelah persoalan lahan yang sempat menjadi kendala dinyatakan tuntas.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Berau Mardiatul Idalisah mengatakan, lahan yang akan digunakan untuk pembangunan sekolah telah siap dan dapat segera dikerjakan.
Kepastian tersebut diperoleh setelah dilakukan pengecekan bersama oleh pemerintah kampung, kecamatan, dan pihak sekolah.
“Untuk SD filial Semindal di Kampung Biatan Ilir, lahannya sudah clear. Sudah dimatangkan juga oleh pihak kampung dan kecamatan. Insyaallah tahun ini dibangun tiga lokal atau ruang kelas belajar,” ujarnya, Senin (22/6).
Menurutnya, pembangunan sekolah tersebut sekaligus memindahkan lokasi kegiatan belajar mengajar yang sebelumnya berada di kawasan yang dinilai kurang ideal.
Lokasi baru berada di kawasan Semindal dan telah melalui proses verifikasi di lapangan sehingga dinilai lebih layak untuk mendukung aktivitas pendidikan jangka panjang.
“Lokasinya di Semindal dan sudah kami cek. Kepala kampung dan camat juga sudah melakukan pematangan lahan, jadi kami tinggal melanjutkan proses pembangunan,” katanya.
Untuk merealisasikan pembangunan tiga ruang kelas tersebut, Disdik Berau mengalokasikan anggaran sekitar Rp 890 juta melalui APBD murni tahun 2026. Saat ini proses pengadaan masih berada pada tahap pelelangan atau mini kompetisi.
Bangunan sekolah akan menggunakan konstruksi kayu yang disesuaikan dengan kondisi wilayah setempat. Disdik optimistis proses pembangunan dapat berjalan sesuai jadwal karena hingga saat ini tidak ditemukan kendala berarti.
“Untuk bangunannya kayu. Saat ini tinggal menunggu hasil mini kompetisi karena masih dalam proses pelelangan. Sampai sekarang tidak ada kendala,” jelasnya.
Saat ini jumlah siswa yang mengikuti kegiatan belajar mengajar di SD filial Semindal sekitar 55 orang. Selama proses pembangunan berlangsung, kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan di lokasi sekolah yang lama agar tidak mengganggu proses pendidikan.
Selain pembangunan sarana fisik, Disdik Berau juga memastikan kebutuhan tenaga pendidik telah terpenuhi. Sejumlah guru paruh waktu telah ditempatkan untuk mendukung proses pembelajaran di wilayah tersebut.
Sementara itu, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menegaskan pemerataan pendidikan menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah.
Menurutnya, setiap anak berhak memperoleh layanan pendidikan yang layak tanpa memandang jarak maupun kondisi geografis tempat tinggalnya.
Karena itu, pemerintah daerah terus mendukung pembangunan sekolah permanen di wilayah terpencil sebagai bagian dari investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Berau.
“Pendidikan adalah hak setiap anak tanpa memandang jarak dan lokasi. Kami mendukung penuh upaya Dinas Pendidikan Berau membangun sekolah-sekolah permanen di daerah terpencil,” ujarnya. (aja/kpg/rd)
Editor : Romdani.