KALTIMPOST.ID-Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau terus memperkuat kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor pengolahan kakao.
Langkah tersebut dilakukan menyusul meningkatnya perhatian pemerintah pusat terhadap potensi cokelat khas Berau yang dinilai memiliki peluang besar menembus pasar yang lebih luas.
Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita mengatakan perhatian terhadap produk cokelat olahan Berau menjadi momentum penting untuk memperkuat daya saing industri lokal.
Menurutnya, pengakuan tersebut harus diikuti dengan kesiapan pelaku usaha dalam memenuhi permintaan pasar yang berpotensi terus meningkat.
“Respons positif terhadap cokelat Berau menjadi sinyal yang sangat baik. Artinya, produk kita mulai dikenal lebih luas. Tinggal bagaimana momentum ini dijaga agar tidak berhenti pada branding semata,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tantangan utama yang dihadapi saat ini bukan lagi memperkenalkan produk, melainkan memastikan kapasitas produksi mampu mengimbangi peningkatan permintaan.
Diskoperindag tidak ingin citra positif yang telah terbentuk justru terhambat karena keterbatasan pasokan maupun kualitas produk.
“Sayang jika merek sudah kuat, tetapi produksi belum siap. Kondisi ini yang sedang kami antisipasi bersama para pelaku UMKM,” katanya.
Untuk mendukung penguatan industri kakao, Diskoperindag menggencarkan berbagai program pembinaan secara berkelanjutan.
Pendampingan diberikan mulai dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pelatihan pengolahan produk, hingga penguatan strategi pemasaran berbasis digital.
Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong pelaku UMKM meningkatkan kualitas kemasan, legalitas usaha, dan sertifikasi produk agar mampu bersaing di pasar modern, bahkan membuka peluang menembus pasar nasional maupun ekspor.
“Legalitas dan sertifikasi menjadi bagian penting agar produk cokelat Berau memiliki daya saing yang lebih tinggi,” ungkap Eva.
Seluruh upaya tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menjadikan cokelat sebagai salah satu produk unggulan sekaligus penggerak ekonomi kreatif di Berau.
Sebelumnya, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menilai cokelat Berau memiliki cita rasa khas yang menjadi keunggulan dibanding daerah lain.
Menurutnya, karakter rasa tersebut dipengaruhi kondisi tanah yang berbeda sehingga memberikan nilai tambah bagi komoditas kakao lokal.
Ia berharap pengolahan kakao semakin banyak dilakukan di Berau agar nilai tambah tidak hanya dinikmati daerah lain.
Selain itu, pengembangan komoditas kakao dinilai penting sebagai alternatif ekonomi agar masyarakat tidak bergantung pada sektor sawit semata. (rd)
Editor : Romdani.