Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Pemkab Berau Kaitkan Pengelolaan Sampah dengan Penurunan Stunting, Edukasi Diperluas hingga Kampung

Redaksi KP • Selasa, 7 Juli 2026 | 19:42 WIB
EDUKASI: Dinkes Berau menggelar kegiatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat sebagai strategi mendukung percepatan penurunan stunting, Selasa (7/7). (IZZA/BP)
EDUKASI: Dinkes Berau menggelar kegiatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat sebagai strategi mendukung percepatan penurunan stunting, Selasa (7/7). (IZZA/BP)

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau memperkuat strategi percepatan penurunan stunting dengan mengedepankan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Selain pemenuhan gizi dan layanan kesehatan, kualitas lingkungan dinilai menjadi faktor penting yang turut memengaruhi angka stunting.

Upaya tersebut dibahas dalam kegiatan bertema Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat sebagai Strategi Mendukung Percepatan Penurunan Stunting yang digelar Dinas Kesehatan Berau, Selasa (7/7). Kegiatan itu melibatkan camat, organisasi perangkat daerah (OPD), serta Tim Penggerak PKK.

Sekretaris Kabupaten Berau Muhammad Said mengatakan, pengelolaan sampah dan sanitasi yang baik memiliki hubungan erat dengan upaya menekan prevalensi stunting.

"Materinya menjelaskan hubungan antara sampah dengan stunting. Ternyata faktor lingkungan sangat berpengaruh terhadap angka stunting," ujarnya.

Menurut Said, berdasarkan data terbaru, Kabupaten Berau berada di peringkat kelima angka stunting di Kalimantan Timur. Karena itu, edukasi mengenai pengelolaan sampah perlu diperluas hingga tingkat kecamatan, kelurahan, dan kampung agar masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Ia menambahkan, berbagai inovasi dapat dikembangkan sesuai karakteristik masing-masing wilayah. Di antaranya dengan mengaktifkan kembali bank sampah serta memanfaatkan dana RT untuk mendukung program pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Berau Lamlay Sarie menegaskan, percepatan penurunan stunting tidak hanya bergantung pada intervensi spesifik di bidang kesehatan, tetapi juga intervensi sensitif seperti penyediaan sanitasi yang layak dan pengelolaan sampah rumah tangga.

Baca Juga: Disdik Berau Optimalkan Aset Pendidikan, PAD Naik 500 Persen dari Sewa Gedung SKB

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar upaya penurunan stunting berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Ia berharap kegiatan tersebut mampu memperkuat koordinasi antarlembaga sekaligus mendorong aksi nyata masyarakat dalam memilah, memanfaatkan, dan mengelola sampah sehingga tercipta lingkungan yang lebih sehat serta mendukung percepatan penurunan stunting.

Editor : Muhammad Ridhuan
#stunting Berau #Dinas Kesehatan Berau #penurunan stunting #pengelolaan sampah #sanitasi