Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Berau Bidik Hilirisasi SDA, Wabup Gamalis Dorong Industri Pengolahan Tumbuh di Daerah

Redaksi KP • Rabu, 8 Juli 2026 | 19:44 WIB
Wakil Bupati Berau Gamalis. (SENO/BP)
Wakil Bupati Berau Gamalis. (SENO/BP)

TANJUNG REDEB – Kebijakan hilirisasi sumber daya alam (SDA) yang tengah didorong pemerintah pusat dinilai menjadi peluang besar bagi Kabupaten Berau untuk memperkuat perekonomian daerah. Melalui pengolahan komoditas di dalam daerah, nilai tambah hasil produksi diharapkan tidak lagi keluar daerah, melainkan dapat dinikmati masyarakat secara langsung.

Wakil Bupati Berau Gamalis mengatakan, Berau memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, mulai dari sektor pertambangan, perkebunan, perikanan hingga pertanian. Potensi tersebut perlu dioptimalkan melalui pengembangan industri pengolahan agar daerah tidak hanya berperan sebagai pemasok bahan baku.

"Hilirisasi harus mampu memberikan nilai tambah bagi daerah," ujarnya.

Menurutnya, arah pembangunan ekonomi ke depan perlu berfokus pada penguatan sektor hilir sehingga manfaat dari kekayaan alam dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Selain meningkatkan daya saing produk lokal, hilirisasi juga berpotensi membuka lapangan kerja baru dan mendorong tumbuhnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Selama ini Berau dikenal sebagai salah satu daerah penghasil batu bara di Kaltim. Namun, ketergantungan terhadap satu komoditas dinilai perlu dikurangi dengan memperkuat sektor-sektor unggulan lainnya yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

Baca Juga: Job Fair Berau 2026 Perbanyak Lowongan Perkebunan dan UMKM, Kurangi Ketergantungan pada Tambang

Gamalis mencontohkan sektor perikanan yang memiliki potensi besar untuk menghasilkan berbagai produk olahan. Begitu pula komoditas perkebunan seperti kelapa sawit dan kakao, serta hasil pertanian yang dapat menjadi bahan baku industri pengolahan di daerah.

"Kami ingin pengolahannya juga dilakukan di Berau," tegasnya.

Menurut dia, apabila proses pengolahan dilakukan di daerah, manfaat ekonomi yang tercipta akan jauh lebih besar. Selain meningkatkan penyerapan tenaga kerja, keberadaan industri hilir juga diyakini mampu menggerakkan perekonomian lokal dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Meski demikian, ia mengakui keberhasilan program hilirisasi tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan bahan baku. Dukungan infrastruktur, kualitas sumber daya manusia, kemudahan investasi, serta kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi faktor penting yang harus dipenuhi.

Karena itu, Pemkab Berau terus berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif dengan tetap mengedepankan prinsip pembangunan berkelanjutan dan menjaga kelestarian lingkungan.

"Kami menyambut baik program hilirisasi nasional," katanya. (sen/kpg/rdh)

Editor : Muhammad Ridhuan
#berau #hilirisasi #gamalis #sumber daya alam #industri pengolahan