TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau mulai mendorong pengembangan tanaman Kemiri Sunan sebagai alternatif rehabilitasi lahan kritis bekas pertambangan sekaligus mendukung pengembangan energi terbarukan berbasis masyarakat.
Gagasan tersebut diperkenalkan dalam pertemuan bersama pengusaha tambang di Ruang Rapat Sangalaki, Selasa (21/7), yang menghadirkan mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) periode 2013–2014, Susilo Siswoutomo.
Dalam paparannya, Susilo menjelaskan Kemiri Sunan memiliki kemampuan tumbuh di lahan kritis, lereng curam, hingga kawasan nonproduktif bekas tambang. Sistem perakaran yang kuat membuat tanaman tersebut mampu membantu memperbaiki struktur tanah sekaligus mendukung proses rehabilitasi lahan.
Ia juga menegaskan Kemiri Sunan bukan tanaman pangan sehingga pengembangannya tidak akan bersaing dengan kebutuhan pangan masyarakat.
Dari sisi ekonomi, komoditas tersebut dinilai memiliki prospek menjanjikan. Satu hektare lahan yang ditanami sekitar 150 pohon diperkirakan mampu menghasilkan hingga 20 ton biji setiap tahun. Hasil panen itu dapat diolah menjadi sekitar 7.750 liter biodiesel dan 1.050 liter gliserol.
Selain itu, limbah bungkilnya masih memiliki nilai tambah karena dapat dimanfaatkan menjadi biogas, briket, maupun pupuk organik.
Menurut Susilo, pengembangan Kemiri Sunan berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar impor sekaligus membuka peluang usaha baru melalui koperasi maupun kelompok tani.
Sementara itu, Wakil Bupati Berau Gamalis menegaskan pemulihan kawasan pascatambang merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan perusahaan.
Baca Juga: Warga Berau Diserang Buaya Saat Bersihkan Kapal di Sungai Tabalar Muara, Korban Alami Luka Serius
Menurutnya, reklamasi tidak cukup hanya memenuhi kewajiban administratif perusahaan, tetapi juga harus mampu mengembalikan fungsi lahan sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
"Pembangunan ekonomi dan kelestarian lingkungan harus berjalan bersama agar manfaatnya dapat dirasakan hingga generasi mendatang," ujarnya.
Gamalis berharap perusahaan pertambangan dapat mendukung pengembangan Kemiri Sunan sebagai bagian dari reklamasi berkelanjutan. Melalui pemanfaatan tanaman tersebut, lahan bekas tambang diharapkan tidak hanya kembali hijau, tetapi juga menghasilkan nilai ekonomi sekaligus mendukung transisi menuju energi terbarukan di Kabupaten Berau.
Editor : Muhammad Ridhuan