Diterkam Buaya di Berau, Pemancing Selamat Berkat Aksi Heroik Dua Rekannya Bersajam Parang

Redaksi KP • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 21:05 WIB
DIRAWAT: Musakkar (30) dirujuk ke RSUD dr Abdul Rivai Tanjung Redeb untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut akibat diterkam buaya. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)
DIRAWAT: Musakkar (30) dirujuk ke RSUD dr Abdul Rivai Tanjung Redeb untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut akibat diterkam buaya. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)

TANJUNG REDEB – Aksi heroik dua pemancing menyelamatkan rekannya dari terkaman buaya terjadi di Sungai Sei Agung, Kampung Gunung Sari, Kecamatan Segah, Kabupaten Berau, Kamis (30/7). Berbekal parang, keduanya nekat menyerang reptil tersebut hingga akhirnya melepaskan gigitannya dan menyelamatkan korban dari maut.

Korban diketahui bernama Musakkar (30). Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.30 Wita saat ia bersama tiga rekannya memancing di tepian Sungai Sei Agung.

Kasi Humas Polres Berau AKP Suradi mengatakan, seekor buaya tiba-tiba muncul dari dalam sungai dan langsung menerkam kaki korban sebelum menyeretnya ke arah perairan.

Baca Juga: Kejari Berau Lelang Dua Aset Rampasan Korupsi, Nilai Limit Capai Rp544 Juta

"Korban langsung diseret ke arah sungai oleh buaya," ujarnya.

Dalam kondisi kritis, Musakkar berusaha bertahan dengan memegang batang pohon di tepian sungai sambil berteriak meminta pertolongan.

Teriakan tersebut didengar dua rekannya yang berada tidak jauh dari lokasi. Tanpa memikirkan keselamatan sendiri, keduanya langsung mendekati buaya sambil membawa parang.

Mereka berulang kali menebas bagian kepala buaya hingga akhirnya predator tersebut melepaskan gigitannya.

"Kedua rekannya menyerang kepala buaya menggunakan parang hingga gigitan buaya terlepas. Berkat tindakan cepat itu korban berhasil diselamatkan," jelas Suradi.

Setelah berhasil dievakuasi ke lokasi aman, Musakkar segera dilarikan ke fasilitas kesehatan. Ia mengalami luka gigitan cukup serius pada kaki hingga paha kiri, serta luka di bagian punggung akibat serangan tersebut.

Usai mendapat penanganan awal, korban kemudian dirujuk ke RSUD dr Abdul Rivai Tanjung Redeb untuk menjalani perawatan lebih lanjut.

Suradi mengungkapkan Sungai Sei Agung memang dikenal sebagai kawasan yang rawan kemunculan buaya. Bahkan, beberapa hari sebelumnya seorang pemancing lain juga menjadi korban serangan di lokasi yang sama.

"Korban sebelumnya juga selamat, tetapi mengalami luka robek pada bagian kaki akibat gigitan buaya," katanya.

Polres Berau mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan sungai yang menjadi habitat buaya, terutama ketika memancing atau mencari ikan.

"Kami mengingatkan masyarakat agar selalu waspada dan menghindari aktivitas di lokasi yang diketahui menjadi habitat buaya, terutama jika dilakukan seorang diri atau di waktu yang berisiko," pungkasnya. (aky/kpg)

Editor : Muhammad Ridhuan
serangan buaya Berau Sungai Sei Agung pemancing diterkam buaya RSUD dr Abdul Rivai polres berau