KALTIMPOST.ID-Pemkab Berau menambah upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui operasi modifikasi cuaca (OMC). Operasi yang didukung pemerintah pusat itu dijadwalkan berlangsung selama lima hari.
Bupati Berau Sri Juniarsih mengecek kesiapan tim pelaksana OMC di Bandara Kalimarau, Senin (24/8). Peninjauan dilakukan untuk memastikan personel hingga armada pendukung siap menjalankan operasi.
Dalam kunjungan tersebut, Sri melihat langsung pesawat Cessna Grand Caravan 208B yang digunakan untuk OMC.
Dukungan pemerintah pusat diperoleh setelah Pemkab Berau berkomunikasi terkait kondisi cuaca panas dan ancaman karhutla di daerah tersebut. “Itu bantuan pemerintah pusat atas permintaan yang kami komunikasikan,” ujarnya.
Baca Juga: Bank Mandiri Buka KCP Grand City Balikpapan, UMKM Bisa Akses Pembiayaan hingga Puluhan Miliar
Sri berharap OMC dapat meningkatkan peluang turunnya hujan. Curah hujan dibutuhkan untuk membantu menekan potensi karhutla sekaligus mengurangi kondisi panas dan kering di sejumlah wilayah. “Semoga ini dapat membantu masyarakat dan mengurangi dampak karhutla,” katanya.
OMC menjadi kelanjutan dari sejumlah ikhtiar Pemkab Berau menghadapi minimnya curah hujan. Sebelumnya, pemerintah daerah juga menggelar salat Istisqa. “Setelah salat Istisqa, hari ini kita ikhtiar dengan OMC,” ucap Sri.
Pelaksanaan operasi melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Tim pemerintah pusat mulai tiba di Berau sejak Minggu (23/8) sore.
Kepala BLU UPBU Kelas I Kalimarau Patah Atabri mengatakan, pihak bandara memberikan dukungan penuh terhadap operasi tersebut. “Tim BNPB dan BMKG sudah berdatangan sejak Minggu sore,” jelasnya.
Menurut Patah, Bandara Kalimarau telah menyiapkan sarana kebandarudaraan hingga ruang rapat yang difungsikan sebagai posko sementara. Fasilitas tersebut digunakan BNPB, BMKG, dan Pemkab Berau untuk berkoordinasi selama operasi berlangsung.
Koordinasi antarlembaga akan terus dilakukan untuk memastikan OMC berjalan lancar. Di sisi lain, upaya pencegahan dan penanganan karhutla di lapangan tetap diperlukan mengingat cuaca panas masih berpotensi meningkatkan risiko kebakaran di sejumlah wilayah Berau. (sen/kpg/rd)
Editor : Romdani.