Berau Buka Peluang Investasi di Apkasi Otonomi Expo 2026

ADV • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 20:22 WIB
APRESIASI: Bupati Bupati Berau Sri Juniarsih Mas (kiri) bersama Wamendagri Bima Arya (kedua kiri) mengapresiasi penyelenggaraan AOE yang dinilai dapat menjadi jembatan antara pemerintah daerah dan investor.
APRESIASI: Bupati Berau Sri Juniarsih Mas (kiri) bersama Wamendagri Bima Arya (kedua kiri) mengapresiasi penyelenggaraan AOE yang dinilai dapat menjadi jembatan antara pemerintah daerah dan investor.

TANGERANG – Pemerintah Kabupaten Berau kembali ambil bagian dalam Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026 di Hall ICE BSD, Tangerang, Banten. Tak sekadar memamerkan produk unggulan, keikutsertaan Berau menjadi momentum membuka peluang investasi sekaligus memperluas pasar berbagai potensi daerah.

AOE 2026 berlangsung selama tiga hari dan dibuka Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya bersama Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri serta Ketua Umum Apkasi Bursah Zarnubi, Kamis (27/8).

Bupati Berau Sri Juniarsih Mas yang juga Koordinator Wilayah Kaltim Apkasi turut menghadiri pembukaan ajang yang telah memasuki penyelenggaraan ketujuh tersebut.

AOE dirancang sebagai ruang promosi perdagangan, pariwisata, investasi, serta pengadaan barang dan jasa antardaerah. Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Berau melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) turut menawarkan berbagai peluang investasi di Bumi Batiwakkal.

Sri Juniarsih mengatakan, kehadiran berbagai daerah dan investor dari sejumlah negara menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi Berau sekaligus menarik investasi.

Baca Juga: Produksi Perikanan Budidaya Berau Tembus 2.800 Ton, Lampaui Target 2026

“Tentu ini peluang bagi daerah memasarkan berbagai produk unggulan UMKM dan juga membuka peluang investasi ke daerah,” ungkapnya.

Menurut Sri, Pemkab Berau terbuka terhadap investor maupun mitra strategis yang ingin berkolaborasi mengembangkan potensi daerah. Sejumlah sektor yang ditawarkan antara lain pariwisata, agroindustri, ekonomi kreatif, perkebunan, hingga perikanan.

Berau saat ini juga tengah mendorong transformasi ekonomi dengan memperkuat sektor pariwisata yang potensinya tersebar di berbagai kecamatan. Pengembangan komoditas perkebunan dan pengolahan hasil perikanan menjadi produk bernilai tambah turut menjadi perhatian.

“Kami berharap investasi masuk dan dapat menggerakkan perekonomian hingga akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Wamendagri Bima Arya mengapresiasi penyelenggaraan AOE yang dinilai dapat menjadi jembatan antara pemerintah daerah dan investor. Menurutnya, expo tersebut tidak seharusnya berhenti pada kegiatan promosi produk, tetapi juga mampu melahirkan investasi konkret di daerah.

“Melalui kegiatan ini kami harapkan berkelanjutan ke daerah, hadirnya investasi di daerah,” ujarnya.

Bima juga mendorong pemerintah kabupaten memperkuat pelayanan dasar, ketahanan pangan dan energi, serta transformasi ekonomi berbasis potensi lokal. Pengentasan kemiskinan, stunting, dan pengangguran juga perlu berjalan beriringan dengan pengembangan ekonomi daerah.

Pemerintah daerah, lanjutnya, perlu mengenali DNA ekonomi masing-masing wilayah, memilih produk unggulan dan meningkatkan nilai tambahnya. Potensi daerah juga diharapkan dapat dikembangkan menjadi proyek investasi serta memperkuat rantai nilai antardaerah.

Melalui keikutsertaan dalam AOE 2026, Pemkab Berau berharap promosi potensi daerah tidak hanya meningkatkan daya saing produk lokal, tetapi juga membuka akses pasar dan peluang investasi yang berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat. (adv/prokopim/rdh)

Editor : Muhammad Ridhuan
Apkasi Otonomi Expo Bupati Berau Sri Juniarsih Mas Wakil Menteri Perdagangan Wamendagri Bima Arya