ISPA Melonjak, Wabup Berau Gamalis Pastikan Obat dan Oksigen Aman

ADV • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 19:27 WIB
PENINJUAN: Wabup Berau Gamalis berbincang dengan pasien saat meninjau Puskesmas Tanjung Redeb dan Puskesmas Kampung Bugis, Kamis (3/9).
PENINJUAN: Wabup Berau Gamalis berbincang dengan pasien saat meninjau Puskesmas Tanjung Redeb dan Puskesmas Kampung Bugis, Kamis (3/9).

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau memperkuat kesiapsiagaan sektor kesehatan menyusul meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Wakil Bupati Berau Gamalis mengatakan, berdasarkan pemantauan di sejumlah fasilitas kesehatan, posisi ISPA kini melonjak menjadi penyakit dengan kasus terbanyak kedua setelah hipertensi. Padahal sebelumnya ISPA berada di luar lima besar.

“ISPA ini yang tadinya berada di 10 besar, rangking ke-9 atau ke-8, hari ini sudah menjadi rangking ke-2 setelah hipertensi. Perkembangannya sudah tiga kali lipat,” ungkap Gamalis saat meninjau Puskesmas Tanjung Redeb dan Puskesmas Kampung Bugis, Kamis (3/9).

Baca Juga: Wabup Berau Minta Kesiapsiagaan Karhutla Diperkuat, Perusahaan Diminta Siaga

Menurutnya, peningkatan kasus telah terlihat sejak beberapa bulan terakhir hingga awal September. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena asap karhutla berpotensi memperburuk kualitas udara dan berdampak terhadap kesehatan, terutama kelompok rentan.

“Dengan kondisi kebakaran, takutlah. Tapi ada satu hal yang tidak boleh kita lupakan, yaitu efek dari kebakaran tersebut. Efeknya tentu beragam, salah satunya penyakit ISPA,” ujarnya.

Gamalis juga menyoroti kualitas udara di dalam fasilitas pelayanan kesehatan. Berdasarkan pengukuran Dinas Kesehatan, kadar partikulat PM2.5 di dalam ruangan disebut berada di atas rata-rata.

“PM2.5 itu adalah partikel yang masuk ke dalam hidung, yang tidak bisa disaring oleh bulu hidung. Dia langsung ke paru-paru. Dan ini di dalam ruangan,” jelasnya.

Kasus ISPA saat ini banyak ditemukan pada anak-anak dan ibu hamil. Masyarakat pun diminta mengurangi aktivitas di luar rumah selama kualitas udara belum membaik. Jika terpaksa keluar, penggunaan masker dianjurkan.

“Kami imbau masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar rumah. Kalau pun harus keluar, agar kiranya dapat menggunakan masker,” pesannya.

Selain pencegahan, Pemkab Berau memastikan kesiapan fasilitas kesehatan menghadapi kemungkinan peningkatan pasien. Dokter Umum Puskesmas Tanjung Redeb dr. Nina Damayanti Madjid mengatakan stok obat dan alat kesehatan masih mencukupi.

“Untuk sementara, Alhamdulillah, kondisi untuk obat-obatan masih tersedia dan masih ter-cover. Tapi nanti kalau memang kita butuh, kita biasanya akan berasuran,” ujarnya.

Gamalis kemudian meninjau ketersediaan oksigen medis pada salah satu distributor di Tanjung Redeb. Hasil pemantauan menunjukkan stok oksigen masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan di Berau.

“Kita tidak ingin menunggu sampai kebutuhan meningkat baru melakukan langkah. Karena itu, dari sekarang kita pastikan ketersediaannya,” tambahnya. (adv/prokopim/rdh)

Editor : Muhammad Ridhuan
karhutla berau ISPA Berau pemkab berau gamalis