KALTIMPOST.ID-Upaya penyelamatan dan perlindungan habitat penyu di Pulau Derawan, Berau, kini memasuki babak baru lewat penguatan kerja sama lintas pihak dan pemanfaatan sistem pemantauan digital.
Langkah strategis itu dibahas dalam pertemuan bersama antara Yayasan Laut Biru Kepulauan Derawan (YLBKD), Global Conservation (GC), Unit Pelaksana Teknis Daerah Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Kepulauan Derawan dan Perairan Sekitarnya (UPTD KKP3K-KDPS), Pemerintah Kampung Pulau Derawan, Badan Permusyawaratan Kampung (BPK), serta Scuba Junkie Seas.
Fokus utama pertemuan itu menyoroti penguatan sistem pemantauan, pendataan terpadu, dan koordinasi antar-pihak di lapangan. Konservasi penyu dinilai tidak lagi cukup hanya mengandalkan patroli manual tanpa dukungan sistem data yang rapi.
Koordinator Proteksi Pulau Derawan Zenobia Z Helza menegaskan pentingnya keterpaduan data dalam menjaga kelestarian satwa langka tersebut. Menurutnya, pemantauan penyu memerlukan kerja bersama yang terstruktur.
Baca Juga: Warga Binaan Lapas Balikpapan Meninggal setelah Perkelahian, Kalapas Ungkap Kronologinya
“Perlindungan penyu di kawasan ini tidak bisa hanya bertumpu pada patroli fisik semata. Kita membutuhkan sistem pemantauan terpadu dan koordinasi yang kuat agar setiap data di lapangan dapat ditindaklanjuti secara cepat,” ujar Zenobia.
Salah satu terobosan penting dalam pertemuan tersebut adalah rencana pengenalan dan penerapan platform teknologi EarthRanger.
Perangkat lunak ini dirancang untuk mengintegrasikan rekam jejak patroli, perjumpaan satwa, lokasi kejadian, hingga potensi ancaman habitat secara langsung atau real-time.
Pemerintah Kampung Pulau Derawan menyambut positif terobosan teknologi tersebut. Pelibatan masyarakat lokal dinilai menjadi kunci utama agar program pelestarian lingkungan berjalan seirama dengan kehidupan warga setempat.
Kepala Kampung Pulau Derawan Indra Mahardika menyatakan komitmen penuh jajarannya dalam mendukung langkah konservasi ini. Baginya, penyu merupakan aset berharga yang harus dijaga bersama oleh seluruh pemangku kepentingan.
“Pemerintah kampung sangat menyambut baik rencana penguatan perlindungan penyu ini. Upaya pelestarian ini harus melibatkan masyarakat secara langsung agar perlindungan satwa berjalan searah dan memberi manfaat berkelanjutan bagi kampung kita,” kata Indra Mahardika.
Baca Juga: DPRD Balikpapan Dorong Tapping Box di Restoran dan Kafe, Ini 11 Sektor yang Bisa Dipajaki....
Pemanfaatan sistem digital ini nantinya membantu petugas mencatat jejak penyu bertelur, posisi sarang, dan dinamika pesisir secara digital. Data yang terhimpun akan mempermudah analisis cepat saat ditemukan potensi gangguan atau perburuan liar.
Pihak YLBKD dan GC menekankan bahwa kehadiran teknologi ini murni untuk memperkuat tugas personel di lapangan, bukan menggantikan peran petugas maupun masyarakat lokal. Informasi yang terstruktur justru mempermudah para pengambil kebijakan menentukan langkah penanganan.
Pulau Derawan sendiri memegang peran vital sebagai salah satu lokasi pendaratan dan peneluran penyu utama di perairan Kaltim. Kerja sama terpadu itu diharapkan mampu memastikan kelangsungan hidup penyu tetap terjaga hingga generasi mendatang.
Integrasi teknologi dan peran aktif warga lokal menjadi fondasi penting untuk memastikan ekosistem pesisir Derawan tetap lestari. (rd)
Editor : Romdani.