CT Scan Baru Jadi Kebutuhan Mendesak, RSUD dr Abdul Rivai Berau Bakal Terima Alkes Rp 150 Miliar

Romdani. • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 19:28 WIB
RSUD dr Abdul Rivai Berau. (FOTO IZZA/BP)
RSUD dr Abdul Rivai Berau. (FOTO IZZA/BP)

KALTIMPOST.ID-RSUD dr Abdul Rivai Berau mulai mempersiapkan fasilitas hingga sumber daya manusia (SDM) untuk menerima bantuan alat kesehatan (alkes) dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Total nilai peralatan yang dialokasikan diperkirakan mencapai Rp 150 miliar.

Direktur RSUD dr Abdul Rivai dr Joesram mengatakan, kesiapan sarana, prasarana, dan tenaga kesehatan menjadi syarat sebelum peralatan dikirim. Langkah itu diperlukan agar alkes dapat langsung dimanfaatkan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Dukungan tersebut merupakan bagian dari program Kemenkes yang berjalan sejak 2024. Pemerintah pusat memberikan bantuan sarana, prasarana, serta peralatan medis kepada rumah sakit di daerah.

Peluang Berau mendapatkan dukungan kembali terbuka setelah kunjungan Presiden Joko Widodo ke Berau pada 2024. Setelah itu, program bantuan kembali dibuka sehingga kebutuhan yang diajukan RSUD dr Abdul Rivai dapat masuk dalam alokasi.

Baca Juga: Berau Jadi Pilot Project Perlinsos Digital, Penerima Bansos Wajib Validasi Data lewat IKD

Peralatan yang disiapkan mencakup sejumlah layanan strategis. Di antaranya kateterisasi jantung atau cath lab, kesehatan ibu dan anak, kemoterapi, urologi, neurologi, serta pelayanan ginjal.

Joesram menyebut sebagian besar peralatan telah ditetapkan sejak 2025. Namun, Kemenkes belum mengirimkannya karena rumah sakit harus terlebih dahulu memastikan kesiapan fasilitas pendukung dan tenaga yang akan mengoperasikan alat.

“Barangnya sebenarnya sudah ada sejak 2025. Tinggal didroping ke kita. Tetapi alat tidak akan diturunkan kalau rumah sakit belum menyiapkan sarana, prasarana dan SDM,” katanya.

Manajemen rumah sakit kini melanjutkan persiapan sembari berkoordinasi dengan Kemenkes. Mekanisme pemanfaatan dan tahapan realisasi bantuan masih menunggu pengaturan lebih lanjut. Penyesuaian terhadap kebutuhan rumah sakit juga masih dimungkinkan.

Di luar alokasi tersebut, kebutuhan mendesak lainnya adalah penggantian CT Scan. Perangkat yang digunakan saat ini telah berusia sekitar 15 tahun dan berstatus discontinued selama kurang lebih tiga tahun.

“Yang paling kita perlukan sekarang sebenarnya CT Scan. Usianya sudah 15 tahun dan sudah tiga tahun discontinued. Ini yang kami anggap cukup urgent,” ujarnya.

Baca Juga: PKD Mahulu 2026 Usung Semesta Berdaya, Ajak Generasi Muda Berkarya Tanpa Melupakan Akar Budaya

Menurut Joesram, kondisi tersebut berisiko menyulitkan rumah sakit memperoleh suku cadang apabila perangkat mengalami kerusakan. 

Gangguan CT Scan juga dapat berdampak langsung terhadap pelayanan pemeriksaan penunjang pasien. Kebutuhan perangkat baru telah disampaikan kepada Kemenkes.

Wakil Ketua I DPRD Berau Subroto turut meminta pengelolaan RSUD dr Abdul Rivai terus diperkuat seiring peningkatan fasilitas. Selain memastikan ketersediaan obat, rumah sakit didorong menghadirkan inovasi pelayanan.

“Jangan sampai terjadi kekurangan obat yang berdampak terhadap pelayanan masyarakat,” ujarnya.

Dengan penambahan peralatan dan penguatan layanan, kebutuhan pasien memperoleh pelayanan tertentu di luar Berau diharapkan dapat ditekan. (aja/kpg/rd)

Editor : Romdani.
Bupati Berau Sri Juniarsih pemkab berau ibu kota nusantara ct scan pulau derawan