Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Bambang Saputro Melihat Potensi Peternakan; Kembangkan Formulasi Pakan Unggas, Hasilkan Telur Probiotik Omega-3

Raden Roro Mira Budi Asih • Rabu, 24 April 2024 | 10:00 WIB

Meski baru dua tahun terakhir menggeluti bidang peternakan, Bambang Saputro melihat peluang besar di sana. Kini dia mengembangkan Kandang Kita Farm sebagai edukasi telur sehat, juga bagian dari ketahanan pangan. Riset pakan hingga tanggung jawab kualitas.

RADEN RORO MIRA, Kutai Kartanegara

DUA tahun lalu, Bambang Saputro melihat potensi dari limbah kepala udang di daerah Sei Meriam, Samarinda. Dia menemukan nilai tambah dari limbah tersebut. Saat itu potensinya dijual ke Jawa sebagai bahan pembuatan kitosan, umumnya dimanfaatkan untuk selaput obat di bidang farmasi.

“Tapi permasalahannya limbah ini kan kepalanya, untuk kitosan itu kulit udangnya. Jadi coba-coba riset lagi, sama tim ngobrol dan coba dibuat untuk pakan ayam pedaging. Alhamdulillah berhasil, saya belajar ilmu formulasinya dengan SNI,” paparnya.

Kala itu awal 2023. Bambang mencoba bikin pabrik pakan di daerah Tenggarong. Menangani kelompok tani yang memiliki kapasitas 100 ribu ekor ayam yang meminta suplai pakan darinya. Sebab dia tawarkan harga bersaing, lebih murah Rp 2 ribu per kilogram dibanding pakan pabrikan.

Namun terkendala, tak ada investor yang masuk. Sehingga usahanya sempat mentok. Kembali dia harus memutar otak, melihat potensi telur omega-3 yang sedang naik daun kala itu. Dari sana, dia paham bahwa telur tersebut termasuk telur fungsional. Utamanya bukan ukuran, namun kandungannya.

Riset kembali dilakukan dengan limbah udang dan ikan. Formulasi pakan yang tepat, menghasilkan kecukupan nutrisi ayam dengan tepat pula. Menjadikannya ayam probiotik dengan produk telur probiotik omega-3.

“Bagaimana ayam ini makannya sedikit supaya lebih hemat, tapi nutrisi pakan ayamnya terpenuhi. Telurnya kami uji coba, dan hasilnya mengandung berbagai vitamin, bebas bakteri, anti alergi, sangat rendah kolesterol,” lanjut alumnus Fakultas Pertanian Unmul itu.

Dari sana, terbentuklah Kandang Kita Farm. Niatnya juga mengedukasi terkait gizi telur. Bukan dilihat dari sisi besar-kecilnya telur, namun kandungannya. Permintaan pun tinggi ketika dia memperkenalkan produknya dengan nama Telor Kita.

“Kebutuhan telur di Kaltim ini tinggi. Saya pakai data BPS 2020, kebutuhan telur per tahun 21 ribu ton. Tapi di Kaltim angka pemenuhannya enggak sampai segitu. Kita banyak ambil dari luar. Bicara telur luar juga pasti ada proses pengiriman, butuh waktu. Sedangkan rekomendasi telur yang terjaga kualitasnya itu maksimal tiga minggu. Nah, itu yang coba saya jaga,” papar Direktur Utama Kandang Kita Farm itu.

Telur dengan kandungan nutrisi terbaik tentu yang baru keluar kandang. Jika mampu diproduksi sendiri, tentu akan memangkas waktu pengiriman. Apalagi jika bahan pakan juga lokal.

Dia mulai rutin produksi. Permintaan sudah sampai ke daerah tetangga. Pasar utamanya adalah Samarinda. Dia memiliki dua mitra. Saat ini di Kutai Barat juga sudah ada satu mitra. Dia mulai membangun jejaring mitra di setiap kota/kabupaten.

Fokusnya adalah pengembangan ketahanan pangan di Kutai Kartanegara. Utamanya adalah desa tempatnya lahir, Loa Duri Ilir. Kini terdapat tiga kandang. Pertama di Tenggarong dengan kapasitas 700 ekor ayam. Kemudian daerah Perjiwa, Tenggarong Seberang, dan Loa Duri Ilir dengan kapasitas masing-masing 1.000 ekor.

“Yang sudah produksi baru dari 1.500 ekor. Sisanya masih bibit. Soalnya kami fokus mulai dari anakan ayam. Jadi pemberian pakan mulai dari kecil. Rencana mau coba ke ayam kampung probiotik. Sudah ada mesin penetas, insyaallah bulan depan coba dikembangkan,” lanjut pria kelahiran 1990 itu.

Seperti yang ditegaskan sebelumnya, fokus Bambang adalah edukasi. Bagaimana konsumen benar-benar mendapat manfaat dari telur fungsional. Dia juga membuka peluang untuk kemitraan.

Targetnya 10 ribu ekor ayam. Pakan dan bibit ayam dari pihaknya, kemudian dikembangkan untuk pemenuhan permintaan telur. Secara bisnis, dia melihat peluang besar dari bidang peternakan tersebut.

Walau diakui modal di awal cukup besar, namun potensinya juga berbanding lurus. Untuk bahan baku pakan, dia memberdayakan bahan lokal. “Dari 10 ribu ekor ayam itu sebenarnya masih jauh untuk bisa mengkover kebutuhan telur di Kaltim,” jelasnya, Selasa (23/4).

Termasuk jagung sebagai salah satu bahan utama pakan, Bambang juga mengembangkan 50 hektare untuk kebutuhan tersebut. Fokusnya terhadap ketahanan pangan, juga diwujudkan dengan pabrik pakan mini di Loa Duri Ilir. Bagian dari program ketahanan pangan desa di sana bekerja sama dengan pemerintah setempat. Apalagi telur juga salah satu komoditas penyumbang inflasi. Sehingga diharapkan dapat menjadi pengendali inflasi di Kukar. (dwi)

 

POTENSI: Bisnis di bidang peternakan dipilih Bambang Saputro, dengan mengembangkan telur probiotik omega-3 dan produksi pakan yang diformulasikan mandiri.
POTENSI: Bisnis di bidang peternakan dipilih Bambang Saputro, dengan mengembangkan telur probiotik omega-3 dan produksi pakan yang diformulasikan mandiri.

 

Editor : Duito Susanto
#tenggarong #kaltim #peternakan #telur