Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Penggunaan Starlink Mulai Dilirik Masyarakat Perbatasan

Jodi Kristianto • Kamis, 27 Juni 2024 | 13:22 WIB

Markus Wan
Markus Wan
KALTIMPOST.ID, Kehadiran layanan internet via satelit, Starlink, secara resmi di Indonesia beberapa waktu lalu, membawa angin segar terhadap iklim komunikasi masyarakat perbatasan. Berbondong-bondong masyarakat dengan ekonomi cukup, memesan alat tersebut di kota-kota besar.

Salah satu penjual perangkat di Toko Komputer Samarinda, Sumito mengaku, alat penangkap jaringan Elon Musk tersebut laku keras bak kacang rebus di Tepian. Pembeli yang datang kebanyakan merupakan masyarakat dari Kabupaten Mahakam Ulu. “Iya banyak yang ambil, bahkan personal,” ujarnya.

Sampai saat ini masih ada pesanan yang masuk untuk memenuhi pemenuhan kebutuhan di daerah yang tidak terjangkau dengan jaringan telekomunikasi. Perangkat Starlink langsung jadi idaman.
Usia Mahakam ulu mungkin sudah mendekati umur satu dekade, namun masih banyak daerah yang masih belum terjamah komunikasi dengan lancar. Hal ini karena infrastruktur pembangunan dimulai dari nol, ditambah topografi wilayahnya yang sporadis dipisahkan oleh bukit-bukit dan sungai.

Kepala Dinas Komunikasi, Statistik dan Sandi Markus Wan menerangkan, saat ini tren masyarakat Mahulu terutama daerah ulu riam mulai banyak melirik penggunaan Starlink. Maklum konektivitas belum sepenuhnya tercukupi di beberapa titik. Selain itu kecepatan yang diperoleh denan menggunakan perangkat lebih cepat dibanding jalur komunikasi operatir mainstream.

“Sudah banyak yang mulai pasang, terutama yang ekonominya cukup mapan,” ujarnya saat di temui di Kantor Kominforstandi Mahulu, Rabu (26/6).
Pria berkacamata itu menerangkan, tidak dapat dipungkiri penggunaan starlink menjamur di Kabupaten termuda itu. Di Mahulu sendiri sudah ada 20 tower yang sudah dibangun. Namun 11-nya belum bisa difungsikan karena belum ada pihak operator yang melirik untuk memasang di tower tersebut. Walhasil daerah blank spot cukup banyak di Mahulu.

“Yang paling sering sering di komplain towernya itu daerah Long Pakaq dan Muaran Nyan, dua daerah itu lumayan sering dilewati dan ditempati,” tambahnya.
Meski demikian dirinya tetap berupaya menyuarakan kebutuhan masyarakat luas, untuk kebutuhan komunikasi yang lebih murah dan terjangkau bagi masyarakat. Turunnya tingkat komplain masyarakat terhadap jaringan komunikasi, bukan semerta-merta karena kedatangan paket internet satelit itu.

“Yang beli starlink mungkin masyarakat ekonominya bagus, dan kita terus upayakan supaya bisa difungsikan, meskipun masyarakat juga sudah mulai bosan berteriak soal tower-tower yang belum difungsikan itu,” tutupnya.

Editor : Uways Alqadrie