Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Juni Lalu Tingkat Hunian Hotel Berbintang di Balikpapan Meningkat

Ulil Mu'Awanah • Minggu, 4 Agustus 2024 | 09:57 WIB

Marinda Dama Prianto (FOTO: ULIL)
Marinda Dama Prianto (FOTO: ULIL)
KALTIMPOST.ID, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan Marinda Dama Prianto mengungkapkan, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Balikpapan mengalami peningkatan yang signifikan pada Juni 2024. 

Kenaikan ini memberikan optimisme bagi masa depan industri perhotelan, dan ekonomi lokal secara keseluruhan.

 

Menurut data terbaru yang dirilis, TPK pada bulan tersebut mencapai 70,50 persen. Meningkat 1,99 poin dari 68,51 persen pada bulan Mei 2024. Kenaikan ini juga menunjukkan peningkatan yang substansial, jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

 

"Peningkatan TPK ini menunjukkan bahwa industri perhotelan di Balikpapan mengalami pertumbuhan. Kenaikan ini juga dapat diartikan sebagai indikasi ekonomi positif dan meningkatnya minat wisatawan pun bertambah," ujarnya, Minggu (4/8).

 

TPK adalah indikator penting dalam industri perhotelan yang menunjukkan persentase kamar yang terisi dari seluruh kamar yang tersedia. Angka 70,50 persen ini berarti bahwa, secara rata-rata, hampir seluruh kamar hotel klasifikasi bintang di Balikpapan terisi oleh tamu.

 

Jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun 2023, yaitu Juni 2023, TPK pada Juni 2024 mengalami peningkatan sebesar 6,48 poin. Pada Juni 2023, TPK tercatat sebesar 64,02 persen. 

Marinda berkata, kenaikan ini menunjukkan pertumbuhan yang stabil dalam industri perhotelan di Balikpapan.

 

Ketika melihat lebih dalam berdasarkan klasifikasi hotel, data menunjukkan variasi yang menarik. Hotel bintang 3 mencatat TPK tertinggi pada bulan Juni 2024, mencapai 74,89 persen. Angka ini mencerminkan kenaikan yang signifikan sebesar 4,48 poin dibandingkan dengan TPK hotel bintang 3 pada Mei 2024, yang sebesar 70,40 persen. 

 

Kenaikan ini juga menunjukkan pertumbuhan yang lebih stabil dibandingkan dengan Juni 2023, di mana TPK hotel bintang 3 tercatat sebesar 72,44 persen. Belum lagi, Juni lalu berbagai helatan nasional diadakan di Balikpapan, itu tentu mendongkrak TPK.

 

"Kenaikan TPK di hotel bintang 3 dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk peningkatan aktivitas bisnis atau MICE dan pariwisata di Balikpapan. Hotel-hotel bintang 3 seringkali menjadi pilihan populer bagi pelancong dan pebisnis, sehingga peningkatan permintaan dapat berkontribusi pada angka TPK yang lebih tinggi," beber Marinda.

 

Sementara itu, hotel bintang 1 dan 2 mencatat TPK terendah pada bulan Juni 2024, yaitu 56,47 persen. Angka ini menunjukkan bahwa meskipun terdapat kenaikan secara keseluruhan, hotel dengan klasifikasi bintang lebih rendah mungkin masih menghadapi tantangan dalam menarik pelanggan dibandingkan dengan hotel-hotel dengan klasifikasi yang lebih tinggi.

 

Adapun untuk hotel bintang 4 dan bintang 5, diungkap masing-masing mencatat TPK sebesar 70,49 persen dan 73,24 persen pada bulan Juni 2024. 

Kenaikan TPK di hotel-hotel bintang 4 dan 5 juga menunjukkan peningkatan minat terhadap akomodasi premium, yang mungkin dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti promosi, acara khusus, atau peningkatan daya tarik destinasi Balikpapan.

Selama periode Juni 2023 hingga Juni 2024, angka TPK tertinggi tercatat pada Juni 2024 dengan angka 70,50 persen, sementara angka TPK terendah terjadi pada bulan Maret 2024 dengan angka 50,76 persen. 

Data ini menunjukkan bahwa meskipun terdapat fluktuasi dalam tingkat penghunian kamar, tren keseluruhan menunjukkan kenaikan yang positif.

 

"Fluktuasi dalam angka TPK adalah hal yang wajar dalam industri perhotelan. Beberapa faktor seperti kegiatan lokal hingga nasional dan kondisi ekonomi dapat mempengaruhi tingkat penghunian. Namun, dengan melihat tren kenaikan yang konsisten, kami optimis bahwa sektor perhotelan di Balikpapan akan terus berkembang," tuturnya.

 

Kenaikan TPK yang signifikan pada Juni 2024 dapat diatribusikan kepada beberapa faktor, termasuk peningkatan jumlah acara dan konferensi, promosi yang dilakukan oleh hotel-hotel, serta peningkatan kegiatan pariwisata. 

Balikpapan, sebagai beranda Ibu Kota Nusantara (IKN) terus menarik perhatian sebagai tujuan wisata dan bisnis, yang tentunya memberikan dampak positif terhadap sektor perhotelan.

 

Secara lebih lanjut, Marinda mengatakan, peningkatan TPK tidak hanya menguntungkan bagi industri perhotelan, tetapi juga memiliki dampak positif bagi ekonomi lokal secara keseluruhan. 

Hotel-hotel yang terisi penuh berarti peningkatan pendapatan bagi para pelaku usaha di sektor perhotelan, termasuk restoran, penyedia layanan transportasi, dan berbagai layanan pendukung lainnya. 

 

"Industri perhotelan yang berkembang baik juga akan memberikan dampak positif pada ekonomi lokal. Dengan meningkatnya jumlah wisatawan dan pebisnis yang menginap di hotel-hotel, terdapat efek domino yang mempengaruhi sektor-sektor lain dalam perekonomian daerah," kata Marinda.

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Uways Alqadrie
#meningkat #hunian hotel #balikpapan