KALTIMPOST.ID, Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan, sektor ekspor kota menunjukkan catatan positif pada bulan Juni 2024.
Nilai ekspor meningkat sebesar 15,90 persen dibandingkan bulan sebelumnya, dari 409,05 juta dolar pada Mei 2024 menjadi 474,09 juta dolar pada Juni 2024.
"Kami sangat senang melihat angka ekspor yang positif ini, meskipun ada penurunan pada sektor migas," ungkap Kepala BPS Balikpapan, Marinda Dama Prianto.
Ia menambahkan bahwa peningkatan ini mencerminkan kekuatan sektor nonmigas yang semakin berkontribusi terhadap perekonomian daerah.
"Peningkatan nilai ekspor ini mencerminkan kekuatan sektor nonmigas yang semakin berkontribusi terhadap perekonomian daerah," tambahnya.
Sebagaimana diungkapkan, penurunan signifikan terjadi pada sektor ekspor migas, yang mengalami penurunan sebesar 100 persen pada bulan Juni 2024.
Dengan kata lain, tidak ada ekspor migas sama sekali pada bulan tersebut. Penurunan ekspor migas ini disebutkan beberapa faktor, termasuk fluktuasi harga dan permintaan di pasar internasional.
Sebaliknya, sektor nonmigas menunjukkan performa yang luar biasa. Nilai ekspor nonmigas bulan Juni 2024 meningkat sebesar 44,88 persen, dari 327,22 juta dolar pada Mei 2024 menjadi 474,09 juta dolar.
Kenaikan ini didorong oleh permintaan yang meningkat dari beberapa negara tujuan utama ekspor Kota Minyak.
Secara keseluruhan, meskipun terjadi peningkatan bulanan yang signifikan, bila dibandingkan dengan Juni 2023, total nilai ekspor pada Juni 2024 mengalami penurunan sebesar 14,93 persen.
Pada Juni 2023, total nilai ekspor mencapai 557,31 juta dolar, sementara pada Juni 2024 turun menjadi 474,09 juta dolar.
Baca Juga: Israel Berjanji Akan Singkirkan Pemimpin Baru Hamas, Yahya Sinwar dari Muka Bumi
"Penurunan tahunan ini sebagian besar dipengaruhi oleh kondisi pasar global yang kurang stabil dan penurunan ekspor migas. Namun, kenaikan dalam ekspor nonmigas menunjukkan potensi besar yang bisa dimanfaatkan," jelas Marinda.
Dari sisi kumulatif, nilai ekspor Balikpapan selama periode Januari hingga Juni 2024 tercatat sebesar 2.963,28 juta dolar.
Angka ini turun 11,39 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2023. Penurunan ini mencerminkan dampak yang lebih luas dari penurunan ekspor migas dan tantangan di pasar internasional.
Baca Juga: Begini Rute Tamu Upacara 17 Agustus di IKN dari Balikpapan ke Sepaku
Namun, ada kabar baik terkait dengan ekspor ke negara-negara tujuan utama. Pada Juni 2024, total nilai ekspor Balikpapan ke sepuluh negara tujuan utama mencapai 474,09 juta dolar, mengalami peningkatan sebesar 65,04 juta dolar atau 15,90 persen dibandingkan dengan Mei 2024. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh lonjakan ekspor ke beberapa negara besar.
Tiongkok, sebagai salah satu negara tujuan utama, mencatatkan peningkatan signifikan dengan kenaikan nilai ekspor sebesar 119,90 juta dolar atau 151,85 persen.
India juga mengalami peningkatan sebesar 13,80 juta dolar atau 54,13 persen, sementara Vietnam mencatatkan kenaikan sebesar 11,04 juta dolar atau 104,98 persen.
Baca Juga: Polres Bontang Ringkus Suami yang Aniaya Istri Pakai Pisau Cutter
"Tiongkok, India, dan Vietnam adalah pasar penting bagi ekspor Balikpapan. Kenaikan ini menunjukkan bahwa produk-produk dari Balikpapan semakin diterima baik di pasar internasional," kata Marinda.
Pada periode kumulatif Januari hingga Juni 2024, nilai ekspor ke sepuluh negara tujuan utama diakui turun 11,39 persen, dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Adapun Tiongkok tetap menjadi negara tujuan ekspor utama dengan nilai ekspor sebesar 741,35 juta dolar atau 25,02 persen dari total ekspor.
Filipina mengikuti dengan nilai ekspor sebesar 553,24 juta dolar atau 18,67 persen, diikuti oleh India dengan nilai ekspor sebesar 302,42 juta dolar atau 10,21 persen.
Baca Juga: Peran Batubara Mengisi Transisi Energi, PLTU Terapkan Teknologi CCS, Pacu Hilirisasi
Dengan pencapaian ini, Balikpapan menunjukkan ketahanan dan adaptabilitas dalam menghadapi perubahan kondisi ekonomi global.
Sektor nonmigas di kota ini membuktikan potensinya dan memberikan harapan untuk pemulihan dan pertumbuhan yang berkelanjutan di tahun-tahun mendatang.
"Secara keseluruhan, meskipun kita menghadapi beberapa tantangan, kita lihat Balikpapan tetap optimis bahwa dengan adanya peningkatan ekspor nonmigas dan pertumbuhan pasar yang kuat di negara-negara tujuan utama, Balikpapan dapat mengatasi tantangan dan terus mendorong pertumbuhan ekspor di masa depan," tutupnya. (*)
Editor : Dwi Puspitarini