KALTIMPOST.ID, Bank Syariah Indonesia (BSI) Balikpapan telah menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dari Januari hingga Agustus 202, BSI Balikpapan telah mencairkan kredit usaha rakyat (KUR) yang mencapai Rp 392.398.000.000. Dengan target total pencairan sebesar Rp 436.531.000.000 hingga akhir tahun nanti.
Pencairan KUR oleh BSI ini melibatkan total 1.324 nasabah yang telah menerima dana tersebut. Dari jumlah tersebut, Area Mikro dan Pawning Manager BSI Area Balikpapan Herianto menunjukkan bahwa berdasarkan data, sektor non-produksi telah mencapai pencairan di atas 90 persen, sementara sektor produksi berada di kisaran 80 persen.
Angka-angka ini mencerminkan peran krusial KUR dalam mendorong berbagai sektor ekonomi di Tanah Air, terutama di masa pemulihan dan transformasi ekonomi yang sedang berlangsung.
Keberhasilan pencairan KUR ini tidak terlepas dari upaya BSI dalam mendukung, serta memberdayakan UMKM di berbagai wilayah.
Salah satu area fokus utama BSI adalah kawasan Ibu Kota Negara (IKN) yang baru, yang saat ini menjadi pusat perhatian pembangunan dan investasi nasional.
Hadirnya IKN di Kalimantan Timur tidak hanya membawa perubahan signifikan dalam infrastruktur dan tata kelola, tetapi juga membuka peluang besar bagi pengembangan sektor ekonomi lokal, terutama UMKM.
“Kami telah melihat adanya potensi di IKN dan sekitarnya. Oleh karena itu, kami tidak hanya fokus pada pencairan KUR, tetapi juga berkomitmen untuk mendukung pengembangan UMKM di kawasan tersebut melalui berbagai inisiatif. Kami percaya bahwa dengan pembiayaan yang tepat dan dukungan yang berkelanjutan, UMKM dapat berperan sebagai penggerak utama ekonomi lokal," jelasnya.
Dalam konteks pengembangan IKN, BSI telah mengambil langkah strategis dengan membuka Kantor Cabang Pembantu di kawasan IKN. Langkah ini tidak hanya bertujuan untuk mempermudah akses ke layanan perbankan bagi pelaku usaha di IKN, tetapi juga untuk memperkuat jaringan dukungan bagi UMKM lokal.
BSI memiliki komunitas sekitar 400 UMKM di IKN serta kota-kota penyangga seperti Penajam dan Balikpapan.
“Kehadiran kantor cabang kami di IKN adalah bagian dari upaya kami untuk lebih dekat dengan komunitas bisnis di wilayah tersebut,” ucap Heri.
Untuk memastikan bahwa pelaku UMKM di IKN dan sekitarnya mendapatkan akses yang mudah dan cepat, terhadap layanan perbankan serta pembiayaan yang mereka butuhkan untuk berkembang. Termasuk mendukung UMKM di IKN dengan mendorong digitalisasi.
Dalam era digital saat ini, kemampuan untuk memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi menjadi kunci, untuk meningkatkan efisiensi operasional dan daya saing bisnis.
BSI juga bekerja sama dengan Otoritas IKN (OIKN) untuk memberikan pelatihan dan dukungan kepada UMKM dalam hal digitalisasi.
Mengingat digitalisasi adalah salah satu kunci untuk meningkatkan daya saing UMKM di era globalisasi ini. Program-program ini diharapkan tidak hanya membantu UMKM dalam mengelola bisnis mereka secara lebih efisien, tetapi juga membuka peluang baru dalam hal akses pasar dan pelanggan.
Dengan memanfaatkan teknologi, UMKM dapat menjangkau audiens yang lebih luas dan bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Kolaborasi antara BSI dan berbagai pihak, termasuk OIKN dan pemerintah daerah, merupakan salah satu aspek penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan IKN.
Sinergi ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem bisnis yang mendukung inovasi, investasi, dan pengembangan sektor UMKM.
“Kami sangat berkomitmen untuk menjalin kemitraan yang erat dengan semua pihak terkait, termasuk OIKN, untuk memastikan bahwa setiap inisiatif yang kami luncurkan memberikan dampak yang positif bagi ekonomi lokal," ujarnya.
Editor : Uways Alqadrie