KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN-Ramai video diunggah di media sosial Instagram soal pelayanan dan harga tiket Penyeberangan Feri Kariangau – Penajam. Di mana seorang warga mengeluhkan adanya perbedaan besar antara harga tiket menyeberang menggunakan kapal feri dari arah Balikpapan ke Penajam, Penajam Paser Utara (PPU) dengan rute sebaliknya.
“Seumur-umur jalan keliling Indonesia baru kejadian malah di tanah sendiri, tiket nyeberang pulang dan pergi beda. Katanya dengan alasan mobil kita beda golongannya. Jadi buat para pengemudi campervan kalau mau ke Balikpapan hati-hati yah bawa duit yang banyak. Sebagai warga Balikpapan malu sih ini,” tulis pemilik akun dikutip dari Instagram @dwindapratiwi.
Video yang diunggah pada pekan lalu tersebut juga menuliskan caption, “Yang mau menyeberang Balikpapan – Penajam wajib nonton! Harga tiket pulang dan perginya beda guys”.
Pengunggah video pun menjelaskan kronologi di mana dirinya dan keluarga yang tampak sedang berada di atas kapal feri.
“Guys, kita punya pengalaman enggak enak ya. Ini tanggal 3 Agustus. Di mana Jumat kita berangkat itu biayanya Rp 315 ribu. Itu nyeberang dari Kariangau. Dan hari Senin, kita nyeberang balik dari Penajam ke Kariangau. Kita disuruh bayar segini, Rp 609.215. Dengan kendaraan yang sama,” ujar sang pengunggah video.
“Seandainya nih kita pulang enggak nyiapin duit segini. Terus gimana? Bisa enggak pulang dong. Terus ini salah siapa dong? Terus tadi kita turun terus tanya sopir truk di samping kita mereka cuma bayar Rp 400 ribu. Gimana ini ASDP Balikpapan. Tolong dijelaskan. Jangan kayak gini,” ucap pengunggah sambil menunjukkan bukti struk pembelian tiket.
Namun, dua hari setelah mengunggah videonya, pemilik akun @dwindapratiwi lantas menuliskan di kolom komentar sudah diberikan penjelasan dari ASDP Balikpapan dan BPTD Kaltim.
“Alhamdulillah sudah dapat pencerahan dari tim @asdp.balikpapan sebagai pengelola Pelabuhan Feri Penajam dan sudah ditanggapi juga oleh @bptdkaltim sebagai pengelola Pelabuhan Feri Kariangau. Memang ini kelalaian dari petugas lapangan yang salah menggolongkan mobil kami sejak awal,” katanya.
“Tapi dengan adanya video ini jadi banyak sekali yang DM kami dan punya pengalaman yang sama. Kami tahu ini hanya oknum. Oleh karena itu, kami sebagai pengguna jasa harus speak up agar pihak pengelola bisa melakukan pengawasan lebih kepada tim di lapangan. Terima kasih banyak yang sudah share video, comment, dan DM. Alhamdulillah pengelola menerima saran ini dengan baik dan ke depannya jangan sampai ada korban berikutnya,” sambungnya. (rom)
Editor : Romdani.