Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Inovasi Pertama di Indonesia, Tanam Mangrove Menggunakan Metode Buispot

Ulil Mu'Awanah • Selasa, 3 September 2024 | 17:55 WIB

 

PT Intipratama Group melaksanakan inisiatif penanaman mangrove di kawasan pantai Stalkuda, Selasa (3/9).
PT Intipratama Group melaksanakan inisiatif penanaman mangrove di kawasan pantai Stalkuda, Selasa (3/9).

 

KALTIMPOST.ID, Dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Bhayangkara dan Hari Jadi Polwan ke-76, PT Intipratama Group melaksanakan inisiatif penanaman mangrove di kawasan pantai Stalkuda, tepatnya di area belakang Sekolah Polisi Negara (SPN) Balikpapan.

Acara yang diadakan pada Selasa (3/9) ini tidak hanya melibatkan Kepolisian Daerah (Polda) Kaltim, namun juga berbagai pihak lainnya seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan, serta Mangrove Center.

Penanama merupakan bagian dari program corporate social responsibility (CSR) PT Intipratama Group yang berfokus pada pelestarian lingkungan.

 Baca Juga: Warga Pesisir Kaltim Diimbau Waspada, Pasang Laut Capai 2,7 Meter pada September 2024

Upaya penanaman mangrove ini menggunakan metode inovatif bernama buispot. Sebanyak 462 bibit mangrove ditanam menggunakan buispot yang dirancang khusus.

Buispot ini memiliki berat hingga lebih dari 600 meter, dengan tinggi mencapai satu meter dan pada bagian tengah adalah spot kosong yang menjadi media tanam mangrove. 

Satu buah buispot memerlukan waktu cetak pembuatan, hingga jadi selama dua hari. Buispot tersebut tidak hanya berfungsi sebagai media tanam mangrove, tetapi juga sebagai pemecah ombak.

Yang berperan penting dalam melindungi bibit mangrove, sekaligus meminimalisir dampak gelombang laut.

 Baca Juga: Protes Warga Israel Kian Meningkat: Perusahaan Teknologi dan Serikat Pekerja Dukung Mogok Kerja

"Penanaman mangrove ini merupakan bagian dari komitmen kami terhadap lingkungan. Kami memulai proyek ini dengan riset dan pengembangan untuk pembuatan buispot yang bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan dan Mangrove Center. Buispot ini menggunakan bahan-bahan sisa limbah industri kami yang ramah lingkungan," terang Chief Executive Officer (CEO) Kus Marindi didampingi Chief Operating Officer (COO) PT Intipratama Group Aang Aristian.

 Baca Juga: 43 Daerah Berpotensi Dipimpin ASN jika Kotak Kosong Menang di Pilkada 2024

Proses pengembangan buispot bukanlah tanpa tantangan. Mengalami beberapa kali uji coba, pihak perusahaan yang bergerak di industri chemical itu, harus memodifikasi formula beton dan ukuran hingga akhirnya mencapai desain yang berhasil seperti sekarang.

"Seperti yang disampaikan Pak Agus Bei dari Mangrove Center, ini adalah pertama di Indonesia yang menerapkan penanaman mangrove langsung di area laut lepas menggunakan buispot. Selama ini, penanaman mangrove biasanya dilakukan di area yang lebih aman. Proyek ini menghadapi tantangan besar, terutama dalam menghadapi ombak laut lepas yang dapat membahayakan bibit mangrove," ungkapnya.

Selain kawasan pantai Stalkuda, PT Intipratama berencana untuk melanjutkan program ini ke daerah-daerah lain.

Inisiatif ini tidak hanya berhenti di sini, melibatkan lebih banyak penelitian dan riset guna memastikan keberhasilan penanaman mangrove secara berkelanjutan.

Adapun untuk proyek penanaman mangrove di SPN Balikpapan, direncanakan akan berlangsung selama tiga tahun. Dalam periode ini, tim akan terus memantau perkembangan dan pertumbuhan mangrove. 

"Kami tidak hanya menekankan pada jumlah bibit yang ditanam, tetapi juga pada keberhasilan penanaman dan pertumbuhan mangrove itu sendiri. Dan proyek ini adalah integrasi antara Polda Kaltim, PT Intipratama, DLH, dan Mangrove Center guna menjadi kunci keberhasilan proyek ini," tutur Kus.

 Baca Juga: RS Medistra Klarifikasi dan Evaluasi Proses Rekrutmen Usai Viral Kasus Pertanyaan Lepas Hijab dalam Proses Rekrutmen

Agus Bei, perwakilan dari Mangrove Center menambahkan, keterlibatan berbagai pihak dalam proyek ini menunjukkan kolaborasi yang solid antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat. Agus juga menyebutkan pentingnya edukasi mengenai perawatan mangrove. 

"Tanah berlumpur dan area tanah berpasir memerlukan perlakuan khusus. Kami bekerja sama dengan Polda Kaltim untuk berlatih dan memberikan edukasi tentang cara menjaga mangrove agar dapat tumbuh dengan baik. Masa tumbuh mangrove sendiri setidaknya butuh waktu selama 5 tahun," ulasnya.

Keberanian PT Intipratama dalam menerapkan metode ini didukung oleh Kapolda Kaltim Irjen Pol Drs Nanang Avianto Msi.

Dari perayaan hari jadi ke-78 Bhayangkara dan Hari Jadi Polwan ke-76, banyak hal dilakukan pihaknya.

Tentu saja, tak ketinggalan akan kepedulian terhadap lingkungan berkelanjutan juga menjadi fokus utama.

Dalam ini, Polda Kaltim berperan penting dalam menyediakan lokasi penanaman dan memastikan keamanan area. 

"Kami memberikan tempat untuk proyek ini dan mendukung upaya-upaya pelestarian lingkungan," ujar Kapolda Kaltim.

Sang jenderal, Irjen Pol Drs Nanang Avianto turut mengatakan, dengan dukungan dari berbagai pihak dan komitmen terhadap lingkungan, proyek penanaman mangrove ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi pelestarian ekosistem pesisir dan melindungi daerah dari dampak perubahan iklim. 

 Baca Juga: Ngaku maju Pilkada Jakarta atas Arahan Prabowo Subianto, Ridwan Kamil: Sebenarnya Lebih Nyaman di Jabar

"Ini adalah simbiosis mutualisme. Karena daerah pesisir ini kan sangat rawan terhadap abrasi, dan penanaman mangrove di area laut lepas adalah sebuah inovasi yang sangat penting. Sekaligus, langkah konkret dalam mendukung program pemerintah dan memastikan bahwa generasi mendatang, dapat menikmati hasil dari upaya pelestarian lingkungan yang dilakukan hari ini," tandasnya. (*)

 

Editor : Dwi Puspitarini
#mangrove center